Polres Menangkap Pelaku Pembunuhan Pedagang Sekoteng

oleh -
Kapolres Sukabumi AKBP SY Zainal Abidin (kedua dari kiri) menunjukkan barang bukti kejahatan pada kasus pembunuhan pedagang sekoteng di Cisaat.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Polres Sukabumi Kota mengungkap kasus pembunuhan berencana atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku di sebuah kawasan di Palabuhanratu.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, saat terjadi tindak kekerasan, pelaku dalam pengaruh minuman keras. Setelah menganiaya korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia, pelaku sempat kabur ke daerah Banten,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY Zainal Abidin pada konferensi pers di Mako Polres Sukabumi Kota, Senin (30/8/2021).

Pembunuhan itu terjadi pada tanggal 17 Juli 2021 sekitar pukul 18.30 WIB di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Korbannya bernama H. Jaeni (45) sedangkan terduga pelaku berinisial UH alias Boni (44). Sehari-hari Jaeni berjualan sekoteng di Pasar Induk Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Kasus tersebut berawal dari perselisihan jalan di gang sempit antara pelaku dengan korban. Setelah perselisihan di jalan itu selesai, UH kembali sambil membawa senjata tajam berupa pedang yang mirip senjata kaum samurai.   

Tanpa basa-basi, UH langsung menyerang Jaeni sampai korban meninggal dunia. Hasil penyelidikan juga menerangkan korban dan pelaku saling kenal.

“Dari data yang diperoleh, pelaku bukan residivis. Kejatahan tersebut baru pertama kali dilakukannya,” jelas Kapolres. 

Jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota menangkap UH di sebuah saung pembuatan batu bata di Desa Jayanti, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (28/8/2021) pukul 13.00 WIB.

“Sempat terjadi perlawanan oleh pelaku saat jajaran Satreskrim melakukan upaya paksa penangkapan, kemudian jajaran kami melakukan tindakan terukur dan tegas kepada pelaku. Yang bersangkutan langsung diamankan di Mako Polres Sukabumi Kota,” ujar Zainal. 

Dari kasus itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain baju dan celana korban yang bersimbah darah dan satu bilah senjata tajam berjenis pedang samurai. (*)