Warga Ciemas Meninggal di Dalam Bekas Lubang Tambang Emas

oleh -
Lokasi pertambangan emas tempat Suryadi, warga Ciemas menghembuskan napas terakhir.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Suryana Bin Endut (31) warga Kampung Cikanteh RT 01 RW 10 Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi dilaporkan meninggal dunia setelah nekat memasuki bekas lubang tambang emas, Selasa (24/8/2021) pagi. Lokasi lubang tambang itu berada di Kampung Cibangban, Desa Mekarjaya. 

Kanit Reskrim Polsek Ciemas Aipda Peri Sahromi menyampaikan, setelah menjalani penyelidikan di Tempat Kejadian perkara (TKP), Polsek Ciemas mengorek keterangan dari dua orang saksi mata yakni Mamat (52) dan Edi Bin Karji (45). Semua saksi berasal dari kampung yang sama dengan korban.  

Kronologi kejadian sebagaimana dilaporkan oleh para saksi mata di TKP berawal dari keinginan Suryana yang akan mengambil selang blower di lubang bekas tambang.  Saat korban akan memasuki lubang, kata Aipda Peri, warga yang menyaksikan sempat mengingatkan agar dia tidak nekat memasuki lubang tanpa menghidupkan blower atau kipas besar. 

Warga khawatir di dalam lubang tidak ada oksigen. Kemungkinan lainnya di dalam lubang terdapat gas beracun karena sudah lama tidak digunakan. Blower bisa memasok oksigen ke dalam lubang dan menyingkirkan gas beracun.  

“Akhirnya korban menghidupkan blower. Setelah sekitar 15 menit blower menyala, korban nekat masuk ke dalam lubang. Setelah itu lama dia tidak keluar ke permukaan,” jelas Aipda Peri. 

Saat mengetahui Suryana tidak muncul lagi ke permukaan, warga yang sedari tadi khawatir langsung bergegas melihat keadaan korban. Saat melihat ke lokasi lubang itu, korban sudah dalam keadaan mengambang. Warga pun berbisik-bisik, Suryana sudah meninggal dunia.

“Lalu warga melaporkan kejadian tersebut. Berkat kerja sama semua pihak, setelah 30 menit akhirnya korban bisa dikeluarkan dari dalam lubang tersebut dalam keadaan tidak bernyawa,” terangnya. 

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak keluarga menolak melakukan otopsi. Surat penolakan dari keluarga diserahkan kepada pihak berwajib dan semua pihak menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. (*)