Para Orang Tua Siswa SDN Yogaguna Menolak Merger Sekolah Anak Mereka

oleh -
Protes orang tua siswa SDN Yogaguna yang menolak merger dengan SDN Cidadap 2.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Sejumlah orang tua siswa SDN Yogaguna Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi menolak penggabungan atau merger sekolah tempat anak-anaknya menuntut ilmu dengan SDN Cidadap 2. Untuk menunjukkan penolakannya, mereka menggelar unjuk rasa di SDN Yogaguna dan Kantor Kecamatan Cidadap, Senin (23/8/2021).

Dalam aksinya, para orang tua siswa menyatakan keberatan dengan merger  SDN Yogaguna. Karena nantinya nama SDN Yogaguna akan lenyap ditelan merger. Mereka menolak mentah-mentah keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang menggabungkan kedua sekolah tersebut. Kebetulan letak SDN Yogaguna dan SDN Cidadap 2 tidak terlalu jauh.

Para orang tua siswa memasang spanduk bertuliskan “Kami Menolak Dimerger” di depan pintu masuk sekolah dan depan kantor guru SDN Yogaguna. Mereka menilai, merger dua sekolah itu tidak dapat dipahami para orang tua dan masyarakat. Mereka mempertanyakan alasan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memerger SDN Yogaguna ke SDN Cidadap 2. 

“Kenapa sekolah bagus seperti ini di merger? SDN Yogaguna banyak prestasinya  baik akademik maupun nonakademik. Seharusnya Dinas Pendidikan mengembangkan sekolah anak-anak kami, bukannya  malah dimerger,” kata Aan, salah seorang perwakilan orang tua siswa.  

Hal senada juga disampaikan oleh orang tua siswa lainnya,  Mulyani. Dia menyatakan, penggabungan SDN Yogaguna merupakan keputusan sepihak tanpa melibatkan  para orang tua atau wali murid. 

“Kami menyekolahkan anak kami ke SDN Yogaguna karena sangat percaya  guru-guru baik dan profesional. Mengapa SDN Yogaguna harus dimerger? Kami menolak merger tersebut,” kata Mulyani. 

SDN Yogaguna, lanjut dia, memiliki sarana dan prasarana yang lengkap untuk menyelenggarakan KBM. Belum lagi prestasi-prestasinya yang tidak terhitung jumlahnya dengan jari tangan. SDN Yogaguna sering meraih prestasi di berbagai kejuaraan tingkat kecamatan.

Menanggapi aksi para orang tua itu, Pengawas  Pendidikan Kecamatan Cidadap, Suherman mengatakan, merger tersebut sudah menjadi keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Tidak ada pilihan, masyarakat harus menerimanya.

“Saya dan Camat Cidadap punya inisiatif bahwa di kecamatan harus ada sekolah yang banyak peserta didiknya. Sementara dua sekolah ini kapasitas muridnya tidak terpenuhi. Jadi lebih baik digabung,” kata Suherman.

Mekanisme merger SDN Yogaguna ke SDN Cidadap 2, kata dia, sudah sesuai dengan petunjuk dari pimpinan. Kalau ada kelompok masyarakat yang tidak setuju dengan keputusan merger, Suherman mempersilakan mereka untuk mengadu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. (*)