Wali Kota: Pramuka Harus Menunjukkan Empati dan Simpati

oleh -
Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi memotong tumpeng sebagai simbol peringatan Hari Pramuka ke-60.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Di masa pandemi Covid-19, Pramuka harus menunjukkan rasa empati dan simpati kepada masyarakat. Hendaknya Gerakan Pramuka menunaikan amanat Kwarnas agar tetap aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dan berkontribusi dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal itu dikatakan Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi pada upacara peringatan Hari Pramuka ke-60 secara virtual di Balai Kota Sukabumi, Sabtu (14/8/2021). Empati dan simpati Pramuka, kata wali kota, ditunjukkan dengan tindakan nyata dalam penanganan Covid-19.

“Pramuka harus berempati dan bersimpati kepada para pasien dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan wabah Covid-19,” kata Fahmi.

Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke-60, wali kota beserta jajaran mengunjungi kantor Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi untuk melihat beberapa kegiatan yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Pramuka.

Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi bekerja sama dengan Karang Taruna, PMI, dan Tagana Kota Sukabumi menggelar beberapa kegiatan. Kegiatan yang dilakukan antara lain dapur pmum di bawah tanggung jawab Karang Taruna, bagi-bagi sembako di bawah koordinasi Tagana, dan donor darah oleh PMI Kota Sukabumi.

Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto mengatakan, kegiatan dapur umum merupakan bentuk aksi dari program Karang Taruna Peduli dan Pramuka Peduli untuk melayani masyarakat di saat pandemi. Sasarannya para tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Sementara Ketua Tagana Kota Sukabumi, Dede Kusweli menjelaskan, kegiatan sosial yang digelarnya merupakan hasil kerja sama Pramuka, Karang Taruna, dan PMI. Tagana beserta Karang Taruna, kata dia, selain menyalurkan makanan bagi pasien Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri juga membantu kegiatan donor darah bersama PMI Kota Sukabumi.

“Untuk domor darah, kami menargetkan terkumpul 50 kantong darah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Tagana tidak hanya berperan dalam penanganan bencana alam saja, tetapi juga terlibat aktif dalam penanggulangan bencana sosial,” ungkap Dede. (*)