Tiarap Dulu Demi PPKM Darurat, CTI Tunda Semua Kegiatan Massal

oleh -
Ketua CTI Chapter Sukabumi, H. Willy Arlan (paling kiri) pada pertemuan di sebuah tempat di Kota Sukabumi sebelum diberlakukan PPKM Darurat.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan Aries Setiawan

Komunitas otomotif Corolla Twincam Indonesia (CTI) Chapter Sukabumi menunda semua kegiatan yang sifatnya massal yang bisa membentuk kerumunan besar. Mereka rela dan ikhlas tidak kumpul-kumpul atau biasa disebut kopi darat untuk menggelar silaturahmi, kegiatan sosial, atau rapat pembahasan organisasi. Semuanya ditunda untuk satu alasan krusial yaitu mendukung suksesnya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ketua CTI Chapter Sukabumi, H. Willy Arlan saat dihubungi via telepon seluler, Sabtu (14/8/2021), menjelaskan, kopi darat merupakan salah satu ciri dari komunitas yang dipimpinnya. Pengurus dan anggota rutin menyelenggarakan pertemuan terjadwal maupun mendadak. Itu sebelum ada wabah Covid-19. Namun setelah wabah merebak, terlebih setelah diberlakukan PPKM Darurat dan Level 4, CTI Chapter Sukabumi tunduk pada aturan yang melarang masyarakat berkerumun.

“Biasanya satu pekan sekali, kami kopi darat untuk bersilaturahmi dan bercengkerama. Secara terjadwal kami juga mengadakan rapat rutin pengurus, baik tingkat daerah, regional, maupun nasional. Kini tidak ada lagi acara kumpul-kumpul. Semua harap-harap cemas sambil menunggu minggatnya Virus Corona dari tengah kehidupan kita,” ujar Willy.

Lokasi kopi darat di depan TMC Alun-alun Kota Sukabumi atau basecamp CTI Chapter Sukabumi di Perum Gading Kencana. Acara itu penuh dengan gelak tawa dan kegembiraan. Sementara waktu kegembiraan itu harus tertunda. Mereka harus bersabar sambil terus menjalankan prokes.  

Seharusnya agenda hari ini Jamnas (Jambore Nasional) CTI di Jatiluhur-Purwakarta yang dihadiri anggota dan pengurus dari seluruh pelosok Indonesia. Karena ada PPKM Level 4 dan Level 3, Panitia Jamnas CTI dari pengurus tingkat Jabar menunda kegiatan tersebut. Acara jamnas ini sudah beberapa kali ditunda.

“Penundaan Jamnas CTI merupakan keputusan yang tepat dan bijaksana karena berpotensi dapat membentuk kerumunan pada setiap sesi kegiatan tingkat nasional tersebut. Kami mendukung PPKM, ya sudah seharusnya menunda jamnas sampai tibanya waktu yang kondusif dan memungkinkan untuk menggelar kegiatan itu. Dan yang terpenting kami tidak melanggar PPKM yang merupakan keputusan pemerintah,” kata dia.

Pembatalan sementara jamnas itu, di sisi lain membuat hati pengurus dan anggota CTI sedih. Tapi biarlah sedih, ujar Willy, masih ada waktu untuk bertemu di lain waktu. Lagi pula CTI, kata dia, sudah berbulat tekad untuk mendukung pelaksanaan PPKM. Kesedihan yang muncul karena acara batal atau memendam rasa rindu ingin bertemu rekan-rekan satu organisasi merupakan bagian dari pengorbanan untuk mendukung PPKM demi mempercepat upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona dan penularan Covid-19.  

“Kalau menuruti keinginan, kami ingin menggelar jambore nasional di Purwakarta. Berangkat ramai-ramai dari Sukabumi melewati Waduk Cirata sambil menikmati pemandangan perairan dan perbukitan yang indah,” tambahnya.

Betapa senangnya bertemu dengan rekan-rekan anggota dari seluruh Nusantara. Sangat menyenangkan bertukar cerita tentang perjalanan panjang dari daerah asal masing-masing menuju Purwakarta. Lalu makan bersama diselingi dengan hiburan. Tapi semua itu, kata Willy, hanya keinginan dan cukup berada di alam khayalan. Karena jika benar-benar diwujudkan, para peserta jamnas akan berada dalam ancaman terinfeksi Virus Corona yang bisa menular secara cepat dari satu tubuh ke tubuh lainnya.

“Kami tidak bisa membayangkan, mengatur ratusan orang yang hadir di satu tempat agar mereka melaksanakan protokol kesehatan. Tidak gampang. Untuk melupakan keinginan itu, kami harus siap berkorban dengan menunda jamnas dan rapat-rapat organisasi sampai waktu yang kondusif,” tuturnya.

Sikap CTI Chapter Sukabumi terhadap penerapan PPKM jelas mendukung penuh. Sejak awal merebak Virus Corona, CTI Sukabumi sudah siap melaksanakan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Pada acara-acara terbatas sebelum diberlakukan PPKM, CTI Sukabumi juga menerapkan prosedur pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap peserta.

“Kami juga menyarankan anggota untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 bagi yang memenuhi syarat kesehatan,” kata Willy.

Untuk mendukung upaya memutus penyebaran Covid-19, CTI Sukabumi berupaya untuk menahan diri tidak berkumpul. Proses komunikasi dan pertemuan dilakukan melalui fasilitas media sosial, chat group, zoom meeting, atau berbicara langsung lewat telepon seluler. (*)