Sepi Pengunjung, Pondok Halimun Tetap Terapkan Prokes yang Ketat

oleh -
Meilanirwana (ketiga dari kiri) ketika makan bareng bersama rekan-rekan dan kerabat dekat di Pondok Halimun, Selabintana, Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Obyek wisata Pondok Halimun (PH), Selabintana Sukabumi yang biasanya padat pengunjung di akhir pekan atau hari libur, pada masa PPKM Darurat menjadi sepi. Pantauan wartawan di lapangan, objek wisata tersebut seakan tidak didatangi pengunjung, arus keluar masuk kendaraan pun tidak ramai.

“Mungkin masih diberlakukan kebijakan PPKM Darurat, sebagian masyarakat berpikir Pondok Halimun masih ditutup,” kata Halimah (40), penyedia jasa sewa tikar di PH ketika ditemui wartawan, Kamis (12/8/2021).

Pihak pengelola obyek wisata Pondok Halimun, kata Halimah masih tetap memperhatikan protokol kesehatan kepada para pengunjung, mulai dari wajib menggunakan masker, mengecek suhu tubuh, dan mencuci tangan sebelum masuk ke area PH.

Belakangan ini, ujar dia, objek wisata PH sepi pengunjung. Kondisi ini berdampak pada penghasilannya sebagai penyedia jasa sewa tikar yang dijalani oleh Halimah. Dia menyewakan tikar ukuran besar dengan tarif Rp20 ribu.

“Memang pendapatan saya berkurang. Tapi tetap disyukuri karena sebelumnya lokasi Pondok Halimun sempat ditutup total. Waktu tutup, saya sama sekali tidak mempunya penghasilan,” ujar Halimah.

Sementara itu salah seorang pengunjung, Meilanirwana (38) warga Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mengatakan dirinya sering datang ke PH untuk botram (makan bersama) sambil menikmati sejuknya suasana pegunungan. Dia datang bersama keluarga dan teman ke lokasi PH. 

“Makan bersama keluarga di lokasi ini bikin hati senang dan pikiran fresh. Tentunya imunitas tubuh juga bisa meningkat,” ujar dia.

Di tengah suasana PH yang sepi pengunjung, Melani merasa aman karena tidak ada kerumunan dari para pengunjung. Biasanya padat dan terbentuk kerumunan-kerumunan di sekitar area PH.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir. Jangan  pernah lelah untuk menerapkan protokol kesehatan. Lebih seringlah bepergian ke alam terbuka biar pikiran kita fresh,” ungkapnya. (*)