Wabup: Kabupaten Sukabumi Tetapkan Kesetaraan Gender Sebagai Agenda Strategis

oleh -
Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri (depan, kanan) ketika mengikuti pembukaan program pelatihan kewirausahaan berperspektif gender bagi perempuan rentan dan program pelatihan kepemimpinan perempuan perdesaan yang diselenggarakan Kementerian PPPA.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi H. Iyos Somantri mengatakan, Kabupaten Sukabumi telah menetapkan kesetaraan gender sebagai agenda strategis. Dengan demikian, Pemkab Sukabumi akan menyambut dan mengapresiasi setiap program dan kegiatan yang bermuara pada tujuan kesetaraan gender.

Pernyataan wabup itu disampaikan pada acara peluncuran program pelatihan kewirausahaan berperspektif gender bagi perempuan rentan dan program pelatihan kepemimpinan perempuan perdesaan secara virtual, Kamis (5/8/2021).

Pada kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) itu, wabup mengikutinya melalui fasilitas zoom meeting dari Kantor BKPSDM Kabupaten Sukabumi.

“Program pelatihan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dengan memberdayakan sumber daya manusia dari kalangan perempuan rentan. Para peserta pelatihan ini akan diarahkan dan dibentuk menjadi SDM berdaya saing tinggi dan berkualitas di bidang kewirausahaan,” tutur Iyos.

Wakil bupati mengharapkan pelatihan tersebut bukan saja dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM khususnya perempuan, tetapi secara substansial bisa menguatkan kesetaraan gender di Kabupaten Sukabumi.  

“Ke depan kita akan mengimplementasikan kesetaraan gender di sektor politik, pendidikan, dan ekonomi termasuk di dunia kerja agar perempuan bisa lebih berkiprah lebih besar,” ujar wabup. 

Menurut dia, kegiatan pelatihan tersebut bisa dijadikan bahan pengambilan kebijakan dan  pertimbangan agenda pembangunan di Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Lenny N Rosalin mengatakan, pihaknya menginginkan para peserta memiliki komitmen untuk mensukseskan program tersebut.

“Melalui program ini perempuan dapat bangkit dan lebih berdaya serta memberikan dampak psoitif bagi dirinya dan lingkungannya,” kata Lenny. (*)