Jalan Ahmad Yani Ditutup, Pendapatan Parkir Terjun Bebas

oleh -
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman menyatakan, penutupan Jalan Ahmad Yani berdampak langsung terhadap pendapatan parkir. Selama penutupan Jalan ahmad Yani dan beberapa ruas jalan lainnya selama masa PPKM Darurat, pendapatan daerah dari parkir melorot tajam dari sekitar Rp7 juta menjadi Rp1,5 juta per hari.

“Semenjak Jalan Ahmad Yani ditutup untuk semua akses kendaraan, bukan hanya berdampak terhadap para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut, tetapi juga pendapatan parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan ikut merosot,” kata Abdul kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (4/8/2021).

Kondisi berkurangnya pendapat parkir sudah terjadi sejak hari pertama PPKM Darurat yakni 3 Juli 2021. Setelah itu PPKM diperpanjang dan dilanjutkan dengan PPKM Level 4. Sekarang, walaupun telah dibuka, ruas Jalan Ahmad Yani masih terlarang untuk kegiatan parkir.

“Jalan Ahmad Yani merupakan pusat keramaian Kota Sukabumi. Dari jalan inilah pendapatan terbesar parkir berasal. Demi lancarnya upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami rela kehilangan pendapatan parkir dari jalan ini,” tutur dia.

Dengan ditutupnya Jalan Ahmad Yani dan beberapa ruas jalan lainnya, pendapatan dari parkir makin jauh dari target tahun 2021. Kemungkinan, kata dia, jajarannya akan melakukan evaluasi untuk menurunkan target pendapatan parkir pada APBD perubahan. 

Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala UPT Parkir pada Dishub Kota Sukabumi, Rudi Hartono mengatakan, dampak penutupan beberapa ruas jalan, pendapatan parkir berkurang sekitar 80 persen.

Saat ini, UPT Parkir hanya bisa mengandalkan pendapatan dari beberapa ruas jalan yang tidak ditutup dengan besaran kira-kira Rp1,5 juta setiap hari. Malahan pada awal-awal PPKM Darurat, pendapatan hanya Rp800 ribu/hari. 

“Biasanya pendapatan dari parkir bisa mencapai sekitar Rp7 juta dalam sehari,” ujar Rudi.

UPT Parkir Dishub mengelola sebanyak 38 titik ruas jalan untuk parkir. Selama ini, UPT parkir mengandalkan empat ruas jalan sebagai penghasil terbesar pendapatan parkir. Keempat ruas jalan itu terdiri dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Harun Kabir, Jalan Mayawati, dan Jalan Ciwangi.

“Sekarang setelah beberapa ruas jalan dibuka kembali, pendapatan parkir berangsur naik hingga sekitar Rp2 juta saban hari,” jelas Rudi. (*)