Minta Kelonggaran, Puluhan Pedagang Citymall Ingin Kembali Berjualan

oleh -
Suasana pertemuan para pedagang di Citymall dengan jajaran Komisi II DPRD Kota Sukabumi bersama para pejabat Pemkot Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Puluhan pedagang Citymall mengusulkan kelonggaran aturan agar mereka bisa berjualan kembali di tengah perpanjangan PPKM Level 4. Ketika kebijakan pemerintah memperbolehkan para pedagang non esensial berjualan, sebagai pedagang pakaian di Citymall mereka tetap tidak boleh membuka kiosnya.

Untuk mewujudkan harapannya, para pedagang pakaian itu datang ke Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (4/8/2021). Di gedung wakil rakyat, para pedagang diterima oleh jajaran Komisi II dan sejumlah pejabat daerah.

“Penerapan PPKM Darurat Level 4 ini berlarut-larut dan terus diperpanjang. Hal ini membuat usaha kami terpuruk. Kami pedagang kecil langsung terkena imbas dari PPKM Darurat,” kata salah seorang pedagang pakaian di Citymall, Andries Abdullah dalam audiensi di Gedung DPRD Kota Sukabumi.

Andries mengakui PPKM tidak bisa ditolak. Para pedagang hanya bisa pasrah menerimanya.  Padahal pengelola Citymall menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Pengunjung dibatasi sehingga tidak terjadi kerumunan. Bagi Andries dan kawan-kawan, hal yang paling penting mereka bisa berjualan kembali.

Para pedagang diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Ivan Rusvansyah dari Fraksi Partai Golkar bersama sejumlah anggota yang terdiri dari Maming Surita dari Fraksi Demokrat, Faisal Anwar Bagindo dari Fraksi PAN, Tejo Sulaksono dari Fraksi Demokrat, Dede Koswara dari Fraksi PDI Perjuangan, dan Olih Solihin dari Fraksi Gerindra.

Sementara dari kalangan birokrat tempak hadir Kadiskopdagrin Ayi Jamiat, Kadishub, Abdul Rachman, dan Kadis Satpol-PP dan Damkar Agus Wawan Gunawan.

“Kami menuntut  keadilan dari Pak Wali Kota agar kami diperbolehkan untuk bisa berjualan kembali. Kami minta dukungan dari para wakil rakyat. Kondisi kami benar-benar terpuruk dan hanya bisa bertahan hidup,” kata Andries.

Ketika tidak boleh berjualan, ujar dia, para pedagang tetap harus membayar sewa kios di Citymall. Keadaan mereka semakin terjepit karena tidak ada lahan usaha untuk menafkahi keluarga.

“Kami tidak mempunyai sumber penghasilan sampai harus menjual barang-barang di rumah, sedangkan bantuan dari pemerintah kepada pedagang terdampak PPKM Darurat tidak ada untuk kami,” tegasnya.

Atas keluhan Andries, Ivan Rusvansyah mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan surat kepada Wali Kota Sukabumi untuk meneruskan aspirasi para pedagang. Ivan menyebutkan, berdasarkan aturan dari pusat, pada PPKM Level 4, mal seperti Citymall belum bisa buka.

Dia sangat memahami dan mengerti adanya kecemburuan para pedagang di Citymall yang belum bisa berjualan. Berbeda dengan pedagang lain yang telah diizinkan untuk berjualan sesuai dengan aturan yang berlaku. Bagaimanapun, pemda harus mengikuti aturan dari Kemendagri. 

“Komisi II akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Sukabumi untuk membahas solusi untuk para pedagang di Citymall. Mungkin bantuan sembako saat ini bisa digulirkan untuk para pedagang yang terdampak PPKM Darurat. Saya setuju bantuan untuk para pedagang didahulukan,” kata Ivan. (*)