Harga Jual Anjlok, Petani Sawi Caisim di Kebonpedes Rugi Ratusan Juta

oleh -
Hasil panen caisim menumpuk di pasar lokal karena tidak dapat didistribusikan ke luar daerah akibat kesulitan transportasi setelah pemrpanjangan PPKM Darurat.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Dampak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 terhadap kegiatan pertanian khsusunya petani sawi caisim di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi sangat terasa. Mereka mengalami kerugian akibat kesulitan mengirimkan hasil panen ke luar daerah hingga secara kumulatif mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu petani sawi caisim asal Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi bernama Dadan Apriandi membenarkan informasi bahwa petani sawi caisim tengah mengalami kerugian panen. Menurut Dadan, di Desa Kebonpedes ada puluhan hektar sawah yang ditanami sawi caisim oleh petani. Setiap hektare itu, kata dia, modalnya bisa mencapai Rp15 juta. 

“Di daerah kami ada sekitar 50 hektar sawah yang ditanami sawi caisim, para petani semuanya rugi karena tidak bisa menjual hasil panen. Jika modal per hektare mencapai belasan juta rupiah, untuk 50 hektare lahan, kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” kata Dadan Apriandani kepada wartawan, Selasa, (3/8/2021).

Sebelum PPKM Darurat, lanjut Dadan, para petani sawi caisim masih menjual hasil panennya sesuai dengan harga pasar yang masih wajar. Setelah PPKM Darurat kedua, harga caisim anjlok hingga mencapai harga terendah yakni hanya Rp200 per kg, padahal harga normalnya Rp4.000 per kg. Kendalanya, ungkap dia, pendistribusian ke berbagai daerah tersendat.

“Jadi kami tidak bisa jual hasil panen. Sampai diberlakukannya PPKM Level 4 yang terus diperpanjang, harga sawi caisim saat ini nol rupiah,” kata Dadan yang sehari-hari menjabat Kepala Desa Kebonpedes itu.

Dengan keadaan yang mengkawatirkan tersebut, Dadan dan para petani sempat mengeluh ke Dinas Pertanian agar diberi solusi untuk keberlangsungan usahanya. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukamagara dan Komisi IV  mendatangi para petani.

Dalam kunjungannya, para wakil rakyat membeli hasil panen para petani sebanyak 10 ton. Aksi beli ini sedikit meringankan beban para petani caisim. (*)