Menko PMK Apresiasi Penyelenggaraan Isoman Terpusat di Sukabumi

oleh -
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI) Muhadjir Effendy didampingi Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri mendatangi rumah penerima bantuan sosial.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia  (Menko PMK RI) Muhadjir Effendy mengapresiasi keberadaan tempat isolasi terpusat untuk pengidap Covid-19 di Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Dia menyebutkan, tempat isolasi terpusat bernama Pondok saung Geulis itu harus ditiru oleh daerah-daerah lain.

Pernyataan Menko PMK itu dilontarkan saat meninjau Pondok Saung Geulis bersama jajaran didampingi  Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri, Selasa (3/8/2021). Muhadjir mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi untuk mengecek pendistribusian bantuan sosial dan kesiapan persediaan beras untuk bantuan pangan.

“Tempat isolasi terpusat di Kabupaten Sukabumi sangat bagus. Patut dijadikan contoh oleh daerah lain. Sukabumi pun dalam pengendalian Covid-19 sangat bagus,” kata Muhadjir.

Sebelum mengunjungi Pondok Saung Geulis, rombongan menko PMK mengecek  pendistribusian bansos di Sukamantri, Kecamatan Cisaat dan memeriksa kesiapan beras di Gudang Bulog, Sukaraja.

Menko PMK meninjau langsung penyaluaran bansos dari pusat ke lapangan. Rombongan menyusuri gang di tempat yang dikunjungi. Satu per satu Menko mengecek PKH, BPNT, BST, beras bulog, dan BLT dana desa.

“Tidak boleh ada warga yang tidak mendapatkan bantuan. Seluruh perangkat di tingkat bawah harus melihat ke lapangan. Jangan sampai ada warga yang kelewat mendapatkan bantuan,” ujar Menteri.

Saat ini banyak ragam dan jenis bantuan dari pusat, provinsi, kota/kabupaten, hingga desa. Ada PKH, BPNT, BST, dan BLT dana desa. Belum lagi bantuan dari Polri. Semua bantuan itu untuk membantu warga yang membutuhkan uluran tangan akibat terdampak wabah Covid-19.  

Menteri juga mengingatkan kepala desa ataupun lurah untuk mendata dan melaporkan warga yang  belum mendapatkan bantuan, terutama mereka yang tidak bisa dimasukkan ke dalam sistem bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

“Pesan Ibu Mensos, mereka yang tidak bisa lewat bank Himbara akan diberi bantuan lewat PT Pos Indonesia. Siapa pun warga yang membutuhkan bantuan harus dibantu selama masa wabah Covid-19,” kata Menko.

Dia juga mengingatkan penyelenggara bantuan untuk memberikan beras berkualitas medium. Dia memuji beras yang dibagikan merupakan produk medium  asal Sukabumi yang bagus dan harum.

“Stok beras di Bulog Sukabumi surplus. Bahkan tidak ada beras impor. Semuanya produksi lokal Sukabumi,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Menko juga menekankan agar tidak ada pemotongan dari bantuan yang diberikan pemerintah. Semua bantuan harus diberikan kepada setiap orang yang berhak dalam jumlah yang utuh.

“Ingat, orang lagi susah. Jangan memanfaatkan orang susah untuk kepentingan pribadi,” tandasnya. (*)