Operasional Bus Tayo di Kota Sukabumi Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

oleh -
Operasional Bus Tayo menerapkan protokol kesehatan sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan Aries Setiawan

Operasional Bus Rapid Transit (BRT) atau Bus Tayo oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi disertai dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Dishub mewajibkan semua penumpang untuk memakai masker, menjaga jarak di dalam bus, dan mencuci tangan sebelum naik dan setelah turun dari bus.

Selain itu, pengelola angkutan sosial tanpa bayar itu mengukur suhu tubuh para penumpang yang akan naik ke atas bus. Dishub juga membatasi jumlah penumpang hingga kurang dari setengah dari kapasitas bus.

“Bus Tayo memiliki 22 tempat duduk. Sebelum penerapan PPKM Darurat, semua tempat duduk terisi penuh. Setelah ada PPKM Darurat, setiap keberangkatan, Bus Tayo hanya membawa 5 sampai 8 penumpang,” kata Kasi Angkutan pada Dishub Kota Sukabumi, Djoko Sutrisno saat dihubungi wartawan via telepon seluler, Selasa (3/8/2021).

Tujuan penerapan protokol kesehatan tersebut, ujar Djoko, merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Berdasarkan rekap data, selama bulan Juli 2021 kelima  Bus Tayo dinaiki 692 penumpang. Jumlah ini diangkut oleh 4 unit bus yang masing-masing menjalani tiga rute. Satu unit bus lagi diparkir di Dinas Perhubungan. 

“Jumlah penumpang setiap harinya di masa PPKM Darurat memang menurun karena mobilitas masyarakat ke luar rumah berkurang,” tuturnya.

Djoko meyakini setelah masa PPKM Darurat dan pemberlakuan sekolah tatap muka berjalan, Bus Tayo akan menjadi angkutan favorit bagi para pelajar yang bersekolah di wilayah Kecamatan Cibeureum.

“Saat ini banyak guru SMAN 5 dan dosen IPB memanfaatkan Bus Tayo. Kemungkinan apabila pembelajaran tatap muka dimulai, Bus Tayo akan ramai penumpang,” ungkapnya.

Selain mengelola Bus Tayo, Dishub juga mengoperasikan Bus Wisata Ajak Kami. Hanya untuk saat ini operasional bus wisata tersebut dihentikan dahulu.

Keberadaan Bus Tayo dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat. Di tengah kekurangan anggaran untuk operasional, Bus Tayo tetap melayani jasa angkutan secara gratis kepada masyarakat untuk rute Jalur Lingkar Selatan.

Bus ini beroperasi tiga kali dalam sehari dengan rute Terminal Tipe C Kota Sukabumi menuju halte SMAN 5 di Kecamatan Cibeureum, dan Terminal Tipe C Kota Sukabumi menuju shelter Cibolang.

“Bus Tayo tetap beroperasi untuk melayani akses masyarakat baik dari Cibeureum menuju Terminal Bus atau sebaliknya dari arah Cibolang. Jadwalnya tiga kali dalam sehari,” kata Djoko.

Saat ini, operasional untuk Bus Tayo mengalami kesulitan karena adanya refocusing anggaran, ujar Djoko. Namun jajaran Dishub tetap berkomitmen untuk memberikan jasa angkutan secara gratis kepada masyarakat.

“Kehadiran Bus Tayo dinanti-nantikan oleh masyarakat. Karena itu kami tetap berkomitmen untuk menjalankan bus ini walaupun ada pengurangan anggaran operasional dan pemeliharaan Bus Tayo,” ujarnya. (*)