Kompleks PNG Kota Sukabumi Terapkan Protokol Kesehatan 100 Persen

oleh -
Seorang anak SD yang melintas di depan Posyandu Nirwana yang ditutup sementara selalu siap dengan masker sebagai bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan di Perumahan Nirwana Graha.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan Aries Setiawan

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 oleh pemerintah mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari warga Perum Nirwana Graha (PNG) di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Warga PNG menerapkan protokol kesehatan (prokes) 100 persen dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Atas kesadarannya sendiri warga PNG selalu memakai masker ketika berada di luar rumah. Mereka juga rutin mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer sebagai langkah pertama untuk membunuh Virus Corona yang menempel pada tangan.

Untuk mencegah kerumunan, mereka meniadakan sementara kegiatan-kegiatan yang dapat mengundang kerumunan. Penggunaan Masjid Al-Mumtaz di Kompleks PNG dibatasi dalam hal jumlah jamaah. Karpet masjid dibuka, jamaah menggunakan lantai sebagai tempat bersujud atau membawa sajadah dari rumahnya masing-masing.

Begitu Posyandu Nirwana sebagai pusat pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita untuk sementara ditutup. Ketua Kader Posyandu Nirwana, Lisnawati menjelaskan, pos memang ditutup, tapi pelayanan dilakukan secara online melalui WhatsApp.

“Kami terus memantau perkembangan kesehatan balita dan ibu hamil untuk memastikan kondisi mereka baik-baik saja. Kader posyandu berkomunikasi melalui pesan WhatsApp,” ujar Lisnawati kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Apabila ada keluhan kesehatan yang dialami balita atau ibu hamil, kata dia, kader Posyandu Nirwana  langsung berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Benteng. Nantinya segala keluhan kesehatan akan ditangani oleh tim medis dari puskesmas.

“Kita harus bangkit dan jangan menyerah oleh Virus Covid-19. Kami mempunyai pengalaman sebagai zona merah di wilayah. Jadi kami harus terus memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan,” tutur Lisnawati.

Pada waktu PNG dinyatakan zona merah karena ada beberapa orang warganya yang terinfeksi Virus Corona, solidaritas warga bangkit untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Pengurus RT setempat dibantu para relawan dengan pengidap Covid-19 berkomunikasi lewat HP untuk memenuhi kebutuhan makanan, obat-obatan, dan vitamin.

“Alhamdulillah waktu itu warga sangat kompak sampai akhirnya semua pengindap Covid-19 di perumahan kami sembuh,” kata dia.

Selain melaksanakan protokol kesehatan untuk perlindungan diri sendiri, warga PNG juga setiap pekan melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah. Aksi nyata lainnya warga PNG juga mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Saat ini kami lebih memilih berdiam diri di rumah selama penerapan PPKM Darurat dan Level 4. Mudah-mudahan langkah kami dapat mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona,” ungkap Lisnawati. (*)