Ikuti Rakor dengan Wagub, Bupati Langsung Instruksikan Jajaran untuk Antisipasi Banjir

oleh -
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami (depan, tengah) ketika mengikuti rakor persiapan menghadapi kejadian banjir di musim penghujan tahun 2021 yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Barat, KH. Uu Ruzhanul Ulum.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengingatkan masyarakat tentang ancaman banjir yang kemungkinan terjadi pada musim hujan selama akhir tahun 2021. Dia telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan berbagai antisipasi menghadapi ancaman banjir tersebut.

Pernyataan bupati itu disampaikan setelah mengikuti rapat koordinasi persiapan menghadapi kejadian banjir di musim penghujan tahun 2021 yang dilangsungkan secara virtual dari Gedung Sate Bandung, Senin (26/7/2021). Rakor dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, KH. Uu Ruzhanul Ulum.

“Kami ingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati menghadapi kemungkinan banjir pada musim hujan tahun 2021,” kata Marwan.  

Di Sukabumi, bupati mengikuti rapat di Pendopo Sukabumi. Bersamanya tampak hadir Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Anita Mulyani dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sukabumi.

Bupati mengatakan, dia dan jajarannya telah mengambil berbagai langkah untuk mengantisipasi musim penghujan yang akan datang. Pemkab Sukabumi  dengan melibatkan berbagai perangkat daerah terkait selalu membuat persiapan-persiapan untuk menghadapi kemungkinan bencana, baik banjir maupun longsor sepanjang akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022.

“Semua satuan perangkat daerah sudah kami instruksikan untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat perubahan cuaca dari panas ke hujan,” tuturnya.

Sementara pada rakor tersebut, Wagub Uu Ruzhanul Ulum mengajak seluruh lapisan masyarakat di Jabar untuk berhati-hati saat memasuki musim hujan. Semua potensi bencana banjir harus dapat diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat.

“Setiap lembaga terkait bisa mengadakan berbagai kegiatan di masyarakat mulai dari Jumat bersih hingga Minggu kerja bakti untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Kerja bakti membersihkan selokan. Dinas PU juga harus mengerahkan personel dan peralatannya untuk membersihkan parit-parit,” tuturnya.  

Hasil dari rapat yang dipimpinnya, ujar dia, harus segera disampaikan ke masyarakat. Sehingga masyarakat bisa bersiap-siap dan berpartisipasi dalam upaya bersama mengantisipasi potensi bencana banjir.

“Di tengah masyarakat yang ekonominya sedang melemah akibat Covid-19, jangan sampai ada bencana lagi. Jadi potensi bencana harus diantisipasi,” ungkapnya. (*)