DLH Respon Cepat Laporan Terkait Indikasi Pencemaran Lingkungan

oleh -
Kasi Pembinaan Pengawasan Lingkungan Hidup pada DLH Kota Sukabumi, Bima Suci Nugraha (kiri, tengah) beserta jajaran ketika memimpin mediasi antara pelapor dengan pabrik makanan PT PFI dan pihak ketiga sebagai pengelola limbah sisa makanan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi selalu aktif menampung dan merespon laporan masyarakat terkait indikasi pencemaran lingkungan. Seperti yang terjadi beberapa waktu di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi adanya pencemaran lingkungan oleh salah satu perusahaan makanan, DLH memberikan respon langsung. 

“Laporan dari masyarakat tentang adanya indikasi pencemaran lingkungan di sungai oleh salah satu perusahaan makanan kami terima melalui aplikasi pengaduan E-Lapor. Kami langsung terjun ke lapangan mengecek kondisi di lokasi,” kata Kasi Pembinaan Pengawasan Lingkungan Hidup pada DLH Kota Sukabumi, Bima Suci Nugraha saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (22/7/2021).

Pencemaran tersebut, ujar Bima, menimbulkan dampak serius bagi warga. Sebagian warga Kelurahan Dayeuhluhur mengeluhkan bau yang ditimbulkan oleh sampah dan limbah sisa makanan dari PT PFI. Hasil sidak tim DLH ke lapangan menyimpulkan, pihak PT PFI menyerahkan pengelolaan limbah kepada pihak ketiga.

“Pihak ketiga menimbun limbah makanan sebelum diolah di dekat tepi sungai. Kami juga mengecek baku mutu air sungai tersebut. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Bogor,” jelas Bima.

Berdasarkan laporan masyarakat, warga sudah hampir satu tahun merasakan dampak negatif dari pengelolaan limbah makanan tersebut. Sementara PT PFI sudah hampir dua tahun bekerja sama pengelolaan limbah dengan pihak ketiga.

“Kami mendapat penjelasan dari pihak ketiga bahwa limbah sisa makanan itu diolah kembali untuk dijadikan pakan ikan. Sedangkan limbah plastiknya didaur ulang,” kata Bima.

Pada waktu mediasi antara PT PFI, pelapor, dan pihak pengelola limbah, DLH menyampaikan saran kepada pihak ketiga untuk menyusun dokumen pengelolaan limbah dan juga segera mengurus izinnya. 

“Ke depannya pengelolaan limbah akan dibantu oleh DLH melalui program TPS3R dengan melibatkan tenaga-tenaga terampil dan ahli dalam mengelola limbah organik dan anorganik,” ujar dia. (*)