BPKPD Optimis Dapat Mewujudkan Target Pajak Daerah 2021

oleh -
Kabid Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah pada BPKPD Kota Sukabumi, Rakhman Gania.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Perolehan pajak daerah di Kota Sukabumi dari bulan Januari sampai akhir bulan bulan Juni 2021 mencapai Rp23 miliar atau 51 persen dari target tahun 2021 yakni sekitar Rp45,1 miliar.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi optimis dapat mewujudkan target perolehan pajak daerah tahun 2021. Optimisme ini akan dibarengi langkah progresif memungut pajak daerah dari wajib pajak terkait.

“Kami akan terus mengoptimalkan upaya penarikan pajak daerah untuk peningkatan PAD, ” kata Kabid Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah pada BPKPD Kota Sukabumi, Rakhman Gania melalui pesan singkatnya, Rabu (21/7/2021).

Kendala yang dihadapi saat ini, ujar dia, amat rumit dan kompleks. Karena di samping  harus menghadapi situasi pandemi Covid-19 juga berhadapan dengan kenyataan bahwa sektor ekonomi mengalami tekanan dan perlambatan yang cukup signifikan. Namun demikian, dia optimis sisa target penerimaan yang harus dipenuhi tahun 2021 sebesar Rp22,1 miliar atau 49 persen bisa tercapai tepat waktu. 

“Di tengah situasi pandemi Covid-19,  kami menghadapi tantangan dan ujian yang cukup berat.  Namun demikian, kami akan tetap  bekerja dengan baik dan bersinergi dengan semua pihak untuk mencapai target pendapatan penerimaan pajak  yang diharapkan,” ungkapnya.

Seiring pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akan diperpanjang hingga 25 Juli mendatang, lanjutnya, jelas hal ini semakin memperberat petugas pemungut pajak untuk merealisasikan target tersebut. Hal ini disebabkan semakin menurunnya tingkat kunjungan tamu-tamu hotel, restoran, dan tempat-tempat hiburan sebagai objek pajak daerah.

Hanya usaha restoran yang sedikit beruntung karena masih bisa melayani dan menyapa konsumennya lewat aplikasi online. Sementara pelaku usaha perhotelan dan tempat-tempat hiburan mengalami pukulan cukup berat karena harus melakukan  pembatasan jam operasi dan jumlah pengunjung.  Jajarannya akan bekerja keras untuk memenuhi target pajak daerah tahun ini tanpa mengait-ngaitkan dengan PPKM Darurat.

Kompleksitas masalah pungutan pajak itu akan dihadapi dan tetap dijalankan  sesuai jadwal waktu yang telah ditargetkan sebelumnya. Karena bagaimanapun roda pembangunan tidak akan berjalan maksimal  tanpa adanya peningkatan penerimaan pendapatan daerah dari sektor pajak daerah.

“Pajak yang dipungut dari masyarakat akan dikembalikan kepada rakyat untuk membiayai program-program kesejahteraan dan jaring pengaman sosial lainnya,” ujarnya. (*)