Wali Kota Sukabumi: Kegiatan Publik Dibuka Jika Terjadi Penurunan Kasus Covid-19

oleh -
Suasana audiensi jajaran Forkopimda Kota Sukabumi dengan kalangan PKL di Balai Kota untuk membahas kelanjutan penerapan PPKM Darurat Covid-19.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Penerapan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akhirnya diperpanjang selama 4 hari ke depan, termasuk di Kota Sukabumi. Setelah berakhir pada tanggal 25 Juli 2021, istilah PPKM Darurat diubah menjadi PPKM berdasarkan level 1 hingga 4.

“Kota Sukabumi sendiri berada pada level 4 karena masih tingginya penyebaran covid-19,” jelas Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi saat audiensi dengan para pedagang kaki lima (PKL) di Balai Kota, Rabu (21/7/2021). 

Fahmi menjelaskan, peraturan PPKM level 4 tidak berbeda dengan PPKM Darurat. Sejumlah aturan tetap diberlakukan demi menekan mobilitas masyarakat. Penerapan disiplin protokol kesehatan, kata dia, penting dilakukan selama 4 hari ke depan agar kasus Covid-19 bisa turun. 

“Relaksasi atau pembukaan kegiatan masyarakat secara bertahap dimulai pada tanggal 26 Juli dengan syarat terjadinya penurunan kasus Covid-19,” ujar dia.

Pada audiensi itu tampak hadir Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Presetyo Wibowo. 

Wali kota juga meminta para PKL dan semua pihak tetap disiplin dalam menerapkan peraturan PPKM. “Jangan lupa juga, kepada para pedagang yang belum disuntik vaksin Covid-19, saya imbau agar segera mengikuti program vaksinasi yang sedang dijalankan oleh Pemkot Sukabumi dan Forkopimda,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Dida Sembada, mengatakan selama penerapan PPKM Darurat, jumlah kasus Covid-19 di Kota Sukabumi mengalami penurunan. Salah satu indikator penurunan itu terlihat dari tingkat keterisian fasilitas isolasi Covid-19 dari kisaran 90 persen menjadi 70 persen dari total kapasitas fasilitas isolasi di berbagai rumah sakit di Kota Sukabumi. (*)