Deflasi Bulan Juni di Kota Sukabumi Mencapai 0,12 Persen

oleh -
Berbagai jenis bahan pokok penting di pasar-pasar tradisional termasuk berbagai jenis sayuran mengalami penurunan harga selama bulan Juni 2021.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Sepanjang bulan Juni 2021 di Kota Sukabumi terjadi deflasi yang mencapai 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,48 persen.  Deflasi itu dipicu oleh beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga termasuk bahan pokok penting (bapokting). 

Bersamaan dengan itu, untuk beberapa kelompok pengeluaran lainnya terjadi inflasi akibat kenaikan harga. Inflasi juga terjadi pada bulan Mei 2021 sebesar 0,09 persen.

Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sukabumi, Ir. H. Cecep Mansur, M.M. kepada wartawan, Rabu (21/7/2021) mengatakan, TPID terus memantau pergerakan harga untuk berbagai komoditas untuk mencegah terjadinya dampak buruk dari deflasi atau inflasi yang berlebihan.  

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, ujar dia, deflasi di Kota Sukabumi disebabkan oleh penurunan harga pada beberapa kelompok pengeluaran antara lain penurunan harga pada makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,29 persen. Kemudian pada perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga terjadi angka penurunan sebesar 0,31 persen.

Sementara untuk kesehatan sebesar 0,13 persen, transportasi sebesar 0,10 persen. Selanjutnya informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,56 persen.

“Deflasi di bulan Juni disebabkan oleh turunnya harga beberapa bapokting. TPID Kota Sukabumi akan terus memantau perkembangan deflasi agar tidak berpotensi terjadi resesi ekonomi,”  jelas Cecep yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi. 

Sementara untuk kelompok pengeluaran lainnya terjadi inflasi atau kenaikan harga. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga antara lain kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mencapai 0,044 persen. Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen.

Selain itu, ada tiga kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan indeks harga seperti kelompok perumahan, air, listrik, dan kelompok pendidikan. (*)