Pembangunan Jalur Pedestrian Jalan Ahmad Yani Pakai E-Katalog

oleh -
Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi yang sepi di tengah penerapan PPKM Darurat tidak lama lagi akan mempunyai jalur pedestrian.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Pembangunan jalur pedestrian di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi tidak melalui sistem lelang, tetapi menggunakan E-Katalog Jakarta. Dengan sistem ini, panitia bisa memilih desain gambar seperti halnya belanja di toko swalayan. Selain itu E-Katalog lebih cepat dan praktis.

“Kami memilih E-Katalog Jakarta untuk kegiatan pembangunan jalur pedestrian Jalan Ahmad Yani karena lebih efisien dan lebih efektif berbeda dengan teknik lelang yang lebih banyak memakan waktu,” kata  Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, Lutpi Alif ketika dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Senin (19/7/2021).

Dengan demikian, pembangunan jalur pedestrian tersebut tidak melalui proses lelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa namun  (BPBJ) Setda Kota Sukabumi. Selama ini, kata Lutpi, daerah lain seperti DKI Jakarta menggunakan E-Katalog untuk pembangunan jalur pedestrian.

“Nantinya Pemkot Sukabumi akan berkerja sama dengan BPBJ DKI Jakarta untuk memilih desain gambar dari perusahaan yang telah bekerja sama dengan BPBJ DKI Jakarta,” kata dia.

Dinas PUPR mentargetkan pada awal Agustus 2021 pembangunan jalur pedestrian Jalan Ahmad Yani sudah dimulai. Jalurnya membentang dari depan Toko Robinson di pertigaan Jalan Stasiun Timur sampai depan Bank BRI atau samping Pendopo Sukabumi. Sebelumnya Pemkot Sukabumi sukses membangun jalur pedestrian Jalan Ir. H. Juanda.

“Saat ini kami sedang meminta persetujuan dari Pak Wali Kota untuk desain gambar dari E-Katalog,” tutur dia.

Pembangunan jalur pesestrian Jalan Ahmad Yani memakan anggaran sekitar Rp7 miliar. Sumber dananya dari APBD Kota Sukabumi Tahun 2021 dan Dana Insentif Daerah (DID). 

Dengan adanya jalur pedestrian, sistem satu arah pada Jalan Ahmad Yani akan dipatenkan. Trotoar juga akan ditembah 4 meter untuk jalur kiri dari arah barat dan 3 meter untuk jalur kanan.

“Kami inginnya jalur pedestrian tersebut seperti di Jalan Malioboro Yogyakarta, tapi kita masih menunggu desain gambar yang nanti di pilih oleh Pak Wali Kota,” jelas dia. (*)