PPKM Darurat Hari ke-13, Pasokan Sembako Tetap Aman

oleh -
Di tengah penerapan PPKM Darurat Covid-19, harga sayur-sayuran dan bapokting lainnya relatif stabil dan persediaannya juga aman.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Pantauan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi menunjukkan, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daurat Covid-19 pasokan bahan pangan dalam keadaan aman dan stabil. Di pasar tradisional dan pasar modern, persediaan bahan pangan di Kota Sukabumi masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Sejauh ini pasokan bahan pangan ke Kota Sukabumi tidak mengalami hambatan. Persediaan bahan pangan di para pedagang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Seksi Pengawasan Barang Strategis Diskopdagrin Kota Sukabumi, M. Rifki melalui telepon genggamnya, Jumat (16/7/2021).

Begitu pula kondisi yang melegakan masyarakat, tidak terjadi gejolak harga dan kelangkaan bahan pangan. Harga bahan pangan khususnya bahan pokok penting atau bapokting termasuk sembako dalam keadaan stabil.

Di pasar tradisional, ujar Rifki, kalaupun ada perubahan harga, itu terjadi pada beberapa jenis komoditas. Cabai-cabaian, misalnya, memang mengalami kenaikan harga tipis, tapi harga kedelai impor menunjukkan tren menurun.

Harga cabai merah besar TW naik dari Rp24 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram dan harga cabai merah lokal naik dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sementara harga kedelai impor turun dari Rp9.800 menjadi Rp9.650 per kilogram.

“Untuk harga bapokting lainnya, harganya relatif tetap. Kalaupun ada kenaikan itu masih dalam batas kewajaran. Persediaan dan permintaan masih seimbang,” jelas Rifki.

Beberapa jenis komoditas yang harganya relatif stabil di tengah PPKM Darurat antara lain beras, telur ayam negeri, daging sapi, bawang merah, bawang putih, daging ayam broiler, gula, terigu, minyak goreng, cabai hijau, dan berbagai jenis sayur-sayuran.

Kebijakan PPKM Darurat Covid-19 tidak berpengaruh banyak terhadap proses pengiriman bahan pangan ke Kota Sukabumi. Rifki optimis, kondisi tersebut akan terus berlangsung hingga berakhirnya PPKM Darurat pada 20 Juli 2021 yang akan datang. (*)