Harga Buah-buahan Melonjak Sejak Penerapan PPKM Darurat

oleh -
Harga buah-buahan melonjak tajam sejak pemerintah menerapkan PPKM Darurat sebagai bentuk usaha untuk mencegah peyebaran Virus Corona.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Harga buah-buahan di berbagai kawasan di Sukabumi menonjak tajam sejak pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19. Sebelum ada PPKM Darurat, harga buah melon ukuran besar, misalnya, sebesar Rp8 ribu dan setelahnya menjadi Rp15 ribu per kilogram. 

Salah seorang pedagang buah-buahan di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Usman menuturkan, salah satu faktor penyebab naiknya harga buah-buahan adalah meningkatnya ongkos transportasi pengiriman dari luar daerah. Sejak penerapan PPKM Darurat, biaya operasional kendaraan mejadi lebih besar.

“Saya mendengar dara sopir angkutan buah dari  Jawa Tengah dan Jawa Timur, biaya perjalanan bertambah karena mereka harus mencari jalan alternatif dengan berputar-putar. Banyak ruas jalan yang ditutup,” kata Usman, Selasa (13/7/2021).

Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, Usman menahan diri dalam belanja buah-buahan. Khawatir tidak laku, jumlah buah yang dia beli dibatasi.  Sebagian besar penjual buah-buahan melakukan hal yang sama. Otomatis, persediaan buah-buahan di pasar menjadi berkurang. Hal itu pula yang mendorong kenaikan harga buah-buahan.

Harga yang tinggi setelah PPKM Darurat terjadi pada hampir semua jenis buah-buahan antara lain harga melon kecil Rp13 ribu/kilogram, sebelumnya Rp7 ribu per kilogram; buah aromanis Rp40 ribu/kilogram; apel fuji Rp25 ribu, dan buah pir Rp25 ribu/kilogram.

Di masa pandemi, buah-buahan menjadi salah satu bahan pangan yang diburu masyarakat karena khasiatnya dapat meningkatkan imunitas tubuh. Seorang ibu rumah tangga bernama Puput yang tinggal di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mengatakan, dia selalu berupaya untuk menyediakan buah-buahan di rumahnya.

“Sekarang harga buah-buahan naik, saya harus  membatasi jumlah buah-buahan yang dibeli. Untuk menjaga imunitas tubuh, kami juga selalu mengkonsumsi air kelapa muda. Semoga harga buah-buahan kembali normal,” ungkap Puput. (*)