WNA Buka Pengolahan Emas di Desa Cihaur, Diduga Tanpa Izin

oleh -
Tumpukan karung berisi bahan baku emas di lokasi pertambangan yang dikelola oleh WNA.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Seorang Warga Negara Asing (WNA) bernama Mister X bersama sesama WNA lainnya membuka tempat pengolahan emas di sebuah lokasi di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Keberadaan tempat pengolahan emas milik X tersebut tidak diketahui aparat pemerintah dan warga setempat. Diduga tidak memiliki izin.

Hingga kilang pengolahan emas tersebut berjalan, warga masyarakat di lingkungan Desa Cihaur tidak pernah mengetahui kegiatan di dalamnya. Tampak di lokasi usaha itu terparkir alat-alat berat dan alat rendam untuk pengolahan emas. Selain itu, terdapat ribuan karung berisi bahan baku menumpuk di lokasi tersebut.

Namun warga tidak mengetahui dengan persis pemilik dan status perusahaan tambang tersebut. Mereka mengaku belum pernah bertemu atau didatangi oleh pihak pengelola pengolahan emas.

“Kami belum tahu seperti apa usahanya karena belum pernah didatangi oleh pihak perusahaan,” kata salah satu warga kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021).

Begitu juga Kantor Kecamatan Simpenan belum mendapat tembusan dan informasi resmi dari pengelola pengolahan emas tersebut. Kantor kecamatan tidak pernah menerima permohonan atau permintaan untuk rekomendasi perizinan. 

Kepala Seksi Trantib Kantor Kecamatan Simpenan, Yogi mengatakan, hingga saat ini belum ada tembusan kepada Kantor Kecamatan Simpenan tentang aktivitas perusahaan emas itu. Karena itu, Yogi akan melakukan kroscek untuk mencari kebenaran tentang aktivitas pengolahan emas di Cihaur.

“Belum ada tembusan kepada pihak Kecamatan Simpenan, harus dikroscek dulu,” kata Yogi melalui telepon seluler. 

Berdasarkan informasi di lapangan, WNA yang melakukan kegiatan pengolahan emas di Desa Cihaur itu beroperasi dengan menggunakan izin perusahaan PT. HM. (*)