Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Vaksinasi untuk Umum Dipercepat

oleh -
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati ketika mengikuti talkshow di Radio Swara Perintis.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mempercepat pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk umum di luar target yang telah ditetapkan seperti tenaga kesehatan, pelayan publik, dan warga lansia. Langkah ini ditempuh mengingat terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Sukabumi setelah berlalunya masa libur panjang yang baru lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati dalam talkshow Radio Swara Perintis 93.1 FM, Jumat (18/6/2021). Dalam beberapa minggu terakhir ini, kata Lulis, terjadi peningkatan kasus Covid-19 di beberapa daerah, termasuk di Kota Sukabumi.

“Setelah target yang ditetapkan pemerintah, kelompok warga yang akan divaksin adalah kategori umum,” ujar Lulis.

Vaksinasi umum secara massal berlangsung dari tanggal 19 Juni sampai dengan tanggal 30 Juni 2021. Mereka yang menjadi sasaran vaksinasi adalah warga yang berumur di atas 18 tahun.

“Pada vaksinasi ini, kami mentargetkan ribuan peserta untuk warga yang menjadi target,” tutur dia.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Juang Kota Sukabumi. Adapun tempat lainnya yang dijadikan tempat vaksinasi adalah rusunawa di Jalan Lingkar Selatan, PT. Great Apparel, PT. Universal, dan  pusat keramaian kawasan Jalan Ahmad Yani.

“Kami mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi massal ini. Kita harapkan dengan vaksinasi ini pandemi Covid-19 segera berakhir,” kata Lulis.

Pendaftaran untuk calon peserta vaksinasi bisa melalui saluran online melalui tautan atau link https://linktr.ee/Dinkeskotasukabumi.

Perkembangan terakhir jumlah kumulatif kasus Covid di Kota Sukabumi mencapai 2.942 atau naik sebanyak 36 dibandingkan Kamis (17/6/2021). Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.554 pasien Colvid dinyatakan sembuh atau 86,8 persen.

Adapun penambahan jumlah kumulatif pasien sembuh mencapai 27 orang dibandingkan Kamis. Jumlah kumulatif pasien yang meninggal dunia mencapai 74 orang. (*)