Perbaikan Irigasi Tersier Optimalkan Pencapaian Target Produk Pertanian

oleh -
Kepala DKP3 Kota Sukabumi Andri Setiawan (depan, kedua dari kanan) pada peresmian program RJIT yang dikelola Kelompok Karya Tani 1 Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi terus menggencarkan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Tujuannya untuk mengoptimalkan produksi pertanian berkat terjaminnya pasokan air ke lahan pesawahan, kebun, dan ladang.

Hal itu dikatakan Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan ketika dihubungi lewat WhatsApp, Jumat (18/6/2021). Andri menyatakan, dengan tersedianya jaringan irigasi tersier yang langsung mengalirkan air ke pesawahan, produksi padi di Kota Sukabumi bisa optimal sesuai target.

“Program RJIT merupakan kegiatan pembangunan infrastruktur pertanian yang bersifat padat karya yakni dalam pelaksanaannya melibatkan banyak tenaga kerja dari masyarakat. Jadi ada nilai tambahnya,” kata Andri.

Di samping itu, lanjut dia, program RJIT selain untuk membenahi saluran irigasi yang rusak juga untuk memaksimalkan fungsi irigasi. Kehadiran program ini secara tidak langsung dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian juga indeks pertanaman.

“Kami harapkan saluran irigasi yang telah dibenahi bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan memberikan dampak positif pada peningkatan ekonomi para petani,” tambahnya.

Salah satu lokasi yang mendapat program RJIT adalah saluran irigasi yang dikelola Kelompok Tani Karya 1 di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Andri meresmikan program RJIT Kelompok Karya Tani 1 pada Kamis (17/6/2021).

“Setelah menunggu selama tiga tahun akhirnya program RJIT Kelompok Karya Tani 1 Kelurahan Babakan dapat terbangun. Dengan adanya perbaikan jaringan irigasi tersebut, kami harapkan lahan persawahan di Kelurahan Babakan dan Kelurahan Sindangpalay mendapatkan pasokan air yang mencukupi sehingga produksi pertanian bisa terjaga bahkan meningkat,” tutur Andri. (*)