UPT Parkir akan Usulkan Pengurangan Target Retribusi Parkir

oleh -
Pendapatan dari retribusi parkir di Kota Sukabumi mengalami penurunan karena hilangnya pendapatan dari jalan nasional dan jalan milik PT KAI.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi akan mengusulkan pengurangan target pendapatan retribusi parkir pada perubahan APBD 2021. Semula UPT Parkir manargetkan pendapatan sebesar Rp3,1 miliar, pada perubahan APBD diusulkan menjadi Rp2,3 miliar atau berkurang sebesar Rp800 juta.

“Usulan pengurangan ini karena adanya tiga ruas jalan yang pengelolaan retribusi parkirnya bukan wewenang Pemkot Sukabumi,” kata Kepala UPT Parkir Kota Sukabumi, Rudi Hartono kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Ketiga ruas jalan dimaksud terdiri dari Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Jalan Stasiun Barat, dan Jalan Lettu Bakri. Ruas jalan yang disebutkan pertama berstatus jalan nasional dan dua ruas jalan lainnya merupakan milik PT Kereta Api Indonesia.

Untuk Jalan  Otista, ketentuan pengalihan pengelolaan retribusi parkirnya keluar pada bulan Oktober 2020, sedangkan untuk Jalan Stasiun Barat dan Jalan Stasiun Barat terbit pada bulan Maret 2020.

“Dengan keluarnya kebijakan tersebut otomatis akan terjadi pengurangan pendapatan retribusi parkir. Bersamaan dengan itu wabah Covid-19 belum juga menghilang,” ujar Rudi.

Sampai sekarang, pendapatan retribui parkir periode bulan Januari sampai dengan Mei 2021 mencapai Rp967 juta dari target Rp3,1 milir atau sekitar 31 persen.

Rudi juga mengusulkan diberlakukannya pengelolaan parkir oleh pihak ketiga. Dia menyayangkan pada lelang beberapa waktu yang lalu tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat sehingga terjadi gagal lelang.

Dia mengharapkan lelang pengelolaan parkir oleh pihak ketiga oleh bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Sukabumi dapat menghasilkan pemenang tender. (*)