Pembagian BLT di Desa Cikarang Persyaratkan Prokes yang Ketat

oleh -
Salah seorang penerima bantuan memperlihatkan besaran BLT DD yang diterimanya dari Pemdes Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Pemerintah Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) tahap kedua tahun 2021, Senin (7/6/2021).

Selama pembagian BLT itu, Pemdes Cikarang menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Penyelenggara mewajibkan semua hadirin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Pembagian BLT DD tersebut mengambil tempat di aula Desa Cikarang. Kepala Desa Cikarang, Atam ketika ditemui di tempat pembagian mengatakan, di desa yang dipimpinnya, masyarakat terbiasa melaksanakan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Kami terus berupaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat terhadap pelaksanaan aturan prokes. Masyarakat harus menerapkan prokes pada setiap kegiatan, terlebih pada kegiatan pembagian BLT DD yang melibatkan banyak orang,” ujar Atam.

Perangkat desa terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Cidolog sebelum pelaksanaan pembagian BLT DD. Tujuannya agar pada kegiatan tersebut tidak terjadi pelanggaran prokes.

“Sejak awal kami telah mempersiapkan alat dan fasilitas untuk mendukung terpenuhinya syarat-syarat prokes pada pembagian BLT DD. Sebelumnya kami juga memberitahukan para penerima bantuan untuk memakai masker ketika akan mengambil bantuan,” tutur Atam.

Pemerintah desa menyediakan alat pengukur suhu tubuh, hansanitizer, masker cadangan, dan mengatur kursi untuk warga yang mengantre agar mereka dapat menjaga jarak minimal satu meter.  

Pada pembagian BLT ini, semua penerima dan perangkat desa yang membagikan harus mematuhi protokol kesehatan.

“Alhamdulillah, pembagian BLT DD tahap dua di Desa Cikarang berjalan tertib dan lancar sesuai dengan rencana. Para penerima bantuan sangat antusias dan tertib serta tetap disiplin dalam mentaati prokes,” kata Iwan. 

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp300.000. Jumlah penerima bantuan mencapau 145 KPM yang merupakan warga terdampak langsung oleh wabah Covid-19.

“Semoga bantuan ini dapat peringankan beban kehidupan warga yang sudah satu tahun lebih berjuang di tengah wabah Virus Corona,” kata Atam. (*)