Tim Muspika Surade Konsisten Lancarkan Operasi Tegakkan Dispilin Prokes

oleh -
Petugas gabungan dari Muspika Surade, Kabupaten Sukabumi mengelar operasi penegakan prokes terhadap pengguna kendaraan bermotor di jalan utama.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Petugas gabungan dari Koramil, Kapolsek, dan Sat Pol PP Kecamatan Surade yang merupakan perwakilan dari Muspika melancarkan operasi yustisi dalam rangka penegakan protokol kesehatan (prokes) di jalan utama Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (7/6/2021).

Pada operasi itu, para petugas menjaring pengemudi dan penumpang kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak mengenakan masker. Tim gabungan menjatuhkan sanksi sosial dan sanksi fisik kepada pengendara yang berada di tempat umum tanpa memakai masker.

Dalam operasinya, petugas menghentikan hampir semua kendaraan yang melintas di tempat operasi. Tanpa pandang bulu, petugas memberikan sanksi kepada pengendara yang terbukti melanggar aturan prokes.   

“Operasi ini sebagai bagian dari upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Kami ingin memastikan para pengguna kendaraan bermotor melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan,” kata Plt Koramil 2214 Surade Pelda AR Nuryadin di tengah pelaksanaan operasi yustisi.

Operasi dimulai pukul 08.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas juga menyampaikan teguran dan sosialisasi kepada pengendara yang tidak memakai masker. Mereka mengimbau warga untuk selalu mengenakan masker ketika berada di ruang publik.

“Kami konsisten melancarkan operasi prokes. Pelaksanaannya berkelanjutan. Dari operasi ini, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa memakai masker merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19,” tutur Nuryadin.

Dia berharap kepada para pengguna jalan agar terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan prokes untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain yang berada di sekitarnya.

“Diharapkan dengan gencarnya operasi  ini,  tingkat kedisiplinan warga dalam  menjalankan protokol kesehatan semakin meningkat. Sehingga semua  pihak baik perorangan maupun pemilik usaha dapat mematuhi peraturan protokol kesehatan untuk mempercepat upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Beberapa warga yang tidak memakai masker diberi hukuman fisik berupa push-up. Hukuman ini diberlakukan bagi warga yang secara fisik tampak kuat. Untuk anak-anak, wanita, dan para lansia, hukuman tersebut tidak berlaku.

Selain mensosialisasikan pemakaian masker, petugas gabungan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. (*)