Aksi ‘Sukabumi Lawan IsraHell’ Serukan Pengusiran Zionis dari Palestina

oleh -

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Aliansi Muslim Bela Palestina (AMBP) siap menggelar aksi dengan mengusung tema besar ‘Sukabumi Lawan IsraHell’. Tempatnya di Lapang Merdeka Kota Sukabumi dengan peserta ormas, OKP, LSM, dan perorangan yang concern terhadap nasib rakyat Palestina.

“Karena ada aturan protokol kesehatan, jumlah peserta aksi sekitar 500 orang. Sebenarnya bisa mencapai ribuan atau puluhan ribu orang,” kata Koordinator Lapangan AMBP, Budhy Lesmana dalam keterangan persnya, Jumat (21/5/2021).

Aksi ‘Sukabumi Lawan IsraHell’ digelar Ahad (23/5/2021) mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Dalam aksi tersebut, AMBP menerapkan sejumlah syarat, adab, dan tata cara bagi para peserta selama berada di Lapang Merdeka untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas aksi.

“Kami menggelar aksi  berangkat dari keperihatinan atas penderitaan yang dialami oleh bangsa Palestina karena kekejaman Zionis Israel. Saat ini sedang berlangsung pemutarbalikkan opini dan pembentukan framing seakan-akan Israel yang menjadi korban. Itu tidak benar. Sejak Israel meduduki Tanah Suci, bangsa Palestinalah yang menjadi korban,” ujar Budhy.

Zionis Israel tidak memiliki hak untuk tinggal dan merebut wilayah Palestina, lanjut dia. Karena itu Israel harus pergi meninggalkan kawasan Al-Quds dan sekitarnya. Lewat aksinya, AMBP berseru kepada dunia untuk beramai-ramai mengusir Israel dari Palestina.

Melalui aksi tersebut, AMBP siap memviralkan tagar #SukabumiLawanisraHell guna mendorong umat Islam untuk memberikan bantuan yang real terhadap perjuangan bangsa Palestina.

“Para peserta aksi haruslah berstatus WNI dan dalam keadaan sehat, tidak sakit. Kami mengundang umat Islam untuk ikut aksi dengan niat lillahi taala,” ujar BG.

Hendaknya para peserta aksi berpakaian sopan, diupayakan mengenakan busana warna hitam, putih, hijau, atau merah yang merupakan komponen warna bendera Palestina.

“Selama mengikuti aksi, peserta harus memakai masker dan menjaga jarak. Tidak boleh berkerumun. Kami mentaati aturan protokol kesehatan,” kata Ketua Kebangkitan Jawara dan Pengacara/Bang Japar Indonesia (BJI) Preswil Jawa Barat tersebut.

Ketentuan lainnya dilarang membawa senjata tajam, apalagi senjata api. Diupayakan semaksimal mungkin, laki-laki dan perempuan tidak bercampur. Selanjutnya tidak mengeluarkan kata-kata kotor selama mengikuti aksi.

“Kami juga menerapkan aturan yang ketat terkait kebersihan. Peserta aksi tidak boleh membuang sampah sembarangan.  Semuanya satu komando di bawah perintah Korlap di Mobil Komando,” ujarnya. (*)