Sempat Langka dan Mahal, Kini Harga Petai Mulai Turun

oleh -
Penjual petai di Pasar Lettu Bakri Kota Sukabumi mulai kebanjiran stok sehingga mereka bisa menurunkan harga jual kepada konsumen.

Wartawan Iyus Firdaus PWI         

Editor Wawan AS

Setelah mengalami lonjakan menjelang Idul Fitri lalu, harga petai perlahan-lahan mulai turun. Di sejumlah pasar tradisional di Kota Sukabumi, kalangan ibu-ibu mulai memborong petai setelah harganya turun selepas Lebaran tahun ini.    

Sepanjang akhir bulan Ramadhan lalu, selain harganya naik, petai juga mengalami kelangkaan karena ibu-ibu berebut untuk membuat kuliner Lebaran yang mengandung bahan petai.  

Berdasarkan pantauan wartawan di Pasar Lettu Bakri Kota Sukabumi, Kamis (20/5/2021), para pedagang melepas petai dengan harga Rp20 ribu untuk tiga papan. Sebelumnya harga petai untuk Lebaran mencapai Rp15 ribu per papan atau Rp60 ribu untuk tiga papan. Harga sekarang sepertiga harga Lebaran.

“Waktu Lebaran, petai mahal dan persediaannya terbatas. Barusan saya beli Rp20 ribu dapat tiga papan,” kata salah seorang ibu rumah tangga, Nani Wijaya (30) warga Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi di Pasar Lettu Bakri.

Harga tersebut, ujar Nani, berlaku untuk  petai berkualitas medium. Sementara untuk petai berkualitas tinggi dengan bijinya yang besar-besar dipatok dengan harga Rp10 ribu per satu papan. Selain itu ada kelompok petai yang dijual Rp5 ribu per papan untuk kualitas paling bawah.

“Persediaan petai di pasar sekarang lebih banyak dibandingkan Lebaran lalu. Jadi mungkin karena itu harganya turun. Keluarga kami yang menggemari petai menyambut gembira penurunan harga ini,” tutur Nani.

Komoditas yang dicari karena baunya yang khas selain petai adalah jengkol. Saat ini, para penjual sayur-sayuran menjual jengkol dengan harga antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu untuk harga cabai merah keriting masih bertahan di kisaran Rp60 ribu/kilogram serta bawang merah dan bawang putih seharga Rp48 ribu/kilogram. (*)