Garis Serukan Jihad untuk Berperang Melawan Zionis

oleh -
Massa Garis Sukabumi Raya menutup Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi ketika menggelar aksi solidaritas untuk Palestina.

Wartawan Fitra Yudi Saputra

Editor Wawan AS

Ormas Gerakan Reformasi Islam (Garis) menyeru umat Islam untuk berjihad di Palestina dan berperang melawan kaum Zionis Israel. Jika pemerintah secara resmi membuka pendaftaran untuk berjihad dalam membela Palestina, ormas Garis siap menjadi pendaftar pertama untuk berangkat ke Jalur Gaza atau Tepi Barat Sungai Yordan.

Seruan untuk berjihad itu dilontarkan dalam aksi solidaritas untuk Palestina oleh ratusan anggota Garis di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Pendopo Sukabumi, Kamis (20/5/2021). Ormas Garis siap menjadikan perjuangan membela Palestina sebagai ladang jihad untuk menghentikan tindak kekerasan dan kekejaman oleh Israel.

“Kami menyerukan jihad membela Palestina kepada umat islam di Sukabumi dan Indonesia,” kata orator yang berorasi di atas mobil komando.

Aksi solidaritas berjalan lancar dan tertib. Massa Garis praktis menutup Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. Dalam aksinya itu, mereka tidak henti-hentinya mengutuk Israel dan menyampaikan simpati untuk bangsa Palestina yang terdolimi. Garis juga mengajak umat Islam dan seluruh negara yang cinta damai untuk memboikot produk Israel.

“Kami tidak akan mundur dan tetap konsisten menyuarakan kepedihan dan penderitaan yang dialami bangsa Palestina. Kami juga mengutuk tidak kekerasan dan kekejaman oleh tentara Zionis Israel,” ujar orator.

Ormas Garis berharap kepada Wali Kota Sukabumi dan Bupati Sukabumi dapat hadir di tengah aksi dan menerima petisi bela Palestina. Petisi diserahkan oleh Ketua DPD Garis Sukabumi Raya Ustadz Ade Saepulloh kepada Sekda Kota Sukabumi, H. Dida Sembada.  

“Kami mohon petisi bela Palestina ini disampaikan kepada pemerintah pusat. Kami meminta pemerintah pusat untuk membuka pendaftaran bagi umat Islam agar dapat berangkat ke Palestina,” ujar Ustadz Ade.   

Para peserta aksi datang dari berbagai pelosok Sukabumi. Jumlahnya sekitar 500 orang menyesuaikan dengan aturan pembatasan massa pada saat wabah Covid-19. Sebenarnya, kata Ade, Garis bisa mendatangkan massa dengan jumlah berkali-kali lipat jika tidak ada aturan pembatasan massa.

“Semoga dengan adanya gerakan aksi ini, umat Islam khususnya di Sukabumi Raya dapat mendukung dan berdoa bersama sama untuk kemerdekaan Palestina dari kekejaman Zionis Yahudi Israel,” tutur Ade. (*)