Perketat Prokes, Muspida Kabupaten Sukabumi Menutup Destinasi Wisata Geopark

oleh -

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Guna memperketat protokol kesehatan (prokes) dan mencegah kerumunan, Muspida Kabupaten Sukabumi menutup semua destinasi wisata di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan semakin membludaknya pengunjung ke berbagai destinasi wisata di Palabuhanratu dan kawasan geopark lainnya.

Pengumuman penutupan destinasi wisata tersebut ramai diperbincangan para wartawan sampai Ahad (16/5/2021) dini hari. Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi menerima perintah penutupan destinasi wisata dari Muspida Kabupaten  pada Sabtu (15/5/2021) malam.

Oleh Satgas Covid-19, pengumuman berlogo Kodim 0622 Kabupaten , Pemkab Sukabumi, dan Polres Sukabumi itu diumumkan pada pukul 22.25 WIB. Isi pengumuman:  “Mohon maaf untuk sementara area wisata Palabuhanratu, geopark, dan sekitarnya ditutup sampai dengan situasi lebih lanjut”.  

Sejak pengumuman itu dipublikasikan, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfosan Kabupaten , Herdy ‘Bima’ Somantri sibuk melayani pertanyaan wartawan seputar pengumuman tersebut. Dia ikut begadang hingga lewat tengah malam untuk menyampaikan informasi pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Sukabumi.

“Penutupan tempat wisata terpaksa dilakukan  sebagai imbas dari kerumunan pengunjung yang sebagian besar tidak mengacuhkan protokol kesehatan. Banyak pengunjung  yang memakai masker dan menjaga jarak,” kata Bima.

Padahal, ujar dia, sebelumnya pemda, TNI, dan Polri telah mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun di tempat wisata. Petugas juga tidak henti-hentinya mengajak pengunjung objek wisata untuk selalu memakai masker. Bersamaan dengan itu, Satgas memberlakukan ketentuan jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas objek wisata.

“Selepas Idul Fitri petugas gabungan menggelar operasi penyekatan untuk mencegah kendaraan bertumpuk di destinasi wisata. Ketika objek wisata sudah melewati kapasitas, semua kendaraan diputar balik,” tuturnya.

Di destinasi wisata masih terjadi pelanggaran. Banyak pengunjung yang melanggar protokol kesehatan. Untuk menghindari dampak yang lebih parah, pemerintah melalui Satgas menutup objek wisata di Kabupaten Sukabumi. Ini merupakan keputusan bersama.  

“Tentu saja penutupan tempat wisata ini membuat masyarakat tidak nyaman. Kami mengerti pada momen liburan ini masyarakat ingin berkunjung ke tempat wisata. Tapi tetap harus ingat bahwa protokol kesehatan sangat penting. Demi keselamatan bersama di masa pandemi, pemerindath menutup tempat wisata. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dari keputusan ini,” kata Bima.

“Mari bersabar sejenak sebagai implementasi dari puasa kita yakni dapat menahan diri dari bahaya yang akan merenggut nyawa,” tambahnya.

Bima mengajak insan media untuk ikut menyadarkan masyararat untuk melaksanakan protokol kesehatan dan memaklumi keputusan yang diambil pemerintah tersebut demi kepentingan yang lebih besar dan keselamatan semuanya. (*)