Bupati Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Mudik Lintas Daerah

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (tengah) mengikuti rakor penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Mendagri H. Tito Karnavian.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, Pemkab Sukabumi telah menutup rapat-rapat peluang bagi masyarakat untuk melakukan mudik lintas daerah. Sesuai keputusan pemerintah pusat, larangan perjalanan mudik mulai diberlakukan pada tanggal 6 Mei 2021 sampai dengan 17 Mei 2021.

“Kami telah melarang masyarakat untuk mudik, baik ke luar daerah maupun masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi,” kata bupati setelah mengikuti rapat koordinasi penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 di daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri H. Tito Karnavian secara daring di Pendopo Sukabumi, Senin (3/5/2021).

Dengan larangan itu, peluang untuk mudik lintas daerah telah tertutup rapat-rapat, termasuk perjalanan lintas batas Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor selama masa pelarangan perjalanan mudik.

“Tapi untuk mudik lokal masih bisa yakni di dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan dari Kabupaten Sukabumi ke Kota Sukabumi atau sebaliknya,” jelas Marwan.

Begitu ketatnya pemberlakuan larangan mudik, Pemkab Sukabumi juga akan menutup pintu bagi kunjungan wisatawan dari luar Sukabumi selama musim libur Idul Fitri. Semua destinasi wisata tetap buka, tapi hanya untuk wisatawan lokal Sukabumi.

“Untuk wisatawan lokal pun diterapkan aturan protokol kesehatan yang ketat. Di tempat wisata, pengunjung harus memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun,” kata dia.

Untuk shalat Idul Fitri, Pemkab Sukabumi memperbolehkannya dalam skala mikro, yaitu kira-kira paling tinggi untuk tingkat RW. Juga harus disertai pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Hendaknya shalat Id tidak dipusatkan di satu titik dalam skala besar.

Sementara dalam arahannya Menteri Tito meminta semua kepala daerah tidak kendor dalam penanganan Covid-19. Mantan Kapolri itu menekankan, badai Covid-19 seperti di India jangan sampai terjadi di Indonesia. 

Menjelang Idul Fitri, ujar Tito, akan banyak kerumunan. Pasalnya ada tradisi yang selalu dilakukan masyarakat menjelang Idul Fitri yaitu belanja ke pasar, mudik, atau buka bersama. Semuanya harus diawasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Untuk larangan perjalanan mudik pada  rentang waktu yang telah ditentukan, kata dia, pusat dan daerah telah menyepakatinya secara bulat. (*)