Penumpang Sepi, Terminal Tipe A Tetap Beroperasi

oleh -
Menjelang pelarangan mudik, sejumlah bus tetap beroperasi di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Beberapa PO (Perusahaan Otobus) yang biasa beroperasional di Terminal Tipe A (TTA) KH Ahmad Sanusi, baik AKAP (Angkutan Kota antar Provinsi) dan AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi) tetap melayani walau sepi penumpang sampai batas waktu larangan beroperasional.

Pelayanan jasa transportasi di TTA tersebut berlaku sampai tanggal (5/5/2021) berdasarkan surat edaran peraturan Menteri Perhubungan  nomor 13 tahun 2021, tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 Hijriyah dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona

“Kami tetap beroperasional untuk semua jurusan AKAP dan AKDP, walau sejak satu bulan lalu jumlah penumpang menurun. Pada tanggal (6/5/2021) nanti semua tidak akan beroperasional berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan dan Satuan Gugus Tugas Covid-19,”kata Kepala TTA KH Ahmad Sanusi, Yukky Rahmat Yunus ketika ditemui wartawan, di Terminal, Senin (3/5/2021).

Sepi nya penumpang yang datang ke TTA, menurut Yukky dikarenakan ramainya informasi di media terkait larangan mudik, dan kebanyakan masyarakat tidak berpergian lebih memilih untuk berdiam diri di rumah sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. Adanya larangan beroperasional yang diberlakukan mulai tanggal (6-17/5/2021), sebagain PO sudah memberikan pengumuman di beberapa media sosial pada waktu tersebut tidak akan beroperasional.

“Kemungkinan TTA tetap buka pada waktu operasional larangan mudik, namun kami tidak melayani angkutan mudik. Hanya kendaraan yang memiliki stiker khusus yang digunakan mengangkut penumpang dengan keperluan selain mudik,”ujar Yukky.

Kendaraan stiker khusus dijelaskan Yukky berdasarkan informasi dari Dirjen Perhubungan Darat, dalam masa larangan mudik, masyarakat yang bisa melakukan perjalanan non mudik dengan ketentuan bekerja/perjalanan dinas berlaku juga untuk PNS, Polri dan TNI, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal, ibu hamil dan keperluan persalinan.

Mereka harus membawa surat dari kepala Desa/Lurah setempat yang bertanda tangan basah/elektronik.

“Kemungkinan semua jurusan akan kembali normal untuk beroperasional, setelah masa pelarangan mudik selesai,”terangnya.

Ada 24 jurusan yang selama ini terlayani di TTA KH Ahmad Sanusi, mulai dari AKAP jurusan Kampung Rambutan, Pulo Gebang, Kalideres, Tanjung Priuk, Lebak bulus, Yogyakarta, Solo, Wonogiri, Jepara dan Padang, sementara untuk AKDP melayani jurusan Bandung, Cirebon, Tasikmalaya/Banjar, Garut/Singaparna, Pangandaran, Pel. Ratu/Cisolok, Depok, Kuningan dan Bekasi.

Sedangkan tarif Sukabumi- Bandung Rp45 ribu untuk Bus AC dan Rp40 ribu Bus non AC.

“Baik AKAP maupun AKDP yang memiliki stiker khusus untuk kebutuhan non mudik masih tetap akan beroperasional di jam larangan masa mudik melayani penumpang dengan persyaratannya,” jelas Yukky. (*)