Air Ledeng Mati Tujuh Hari, Warga Cipanggulaan Ancam Gelar Demo

oleh -
Bisa-bisanya aliran air Perumda AM TJM mati total selama tujuh hari ke belakang untuk wilayah Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Sudah hampir satu pekan pasokan air yang bersumber dari Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM)  untuk wilayah Kampung Cipanggulaan mati total. Hal itu membuat warga geram karena mereka sangat memerlukan air bersih, terlebih du bulan Ramadhan ini. 

“Terhitung dari tanggal 10 April sampe sekarang pasokan air dari PDAM mati total, tanpa ada pemberitahuan dan kejelasan kapan air akan menyala kembali,”kata salah seorang warga Kampung Cipanggulaan, Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Elisa Anggraeni (41) kepada wartawan via telepon seluler, Jumat (16/4/2021).

Matinya aliran PDAM tentu saja membuat warga kelabakan, mereka harus bersusah payah mencari air bersih untuk kebutuhan hidup, masih kata Elisa sebelumnya warga langsung menyampaikan keluhan tersebut kepada PDAM, bahkan sebagian warga menyampaikan keluhannya di media sosial.

“Respon dari PDAM sendiri telah mengirimkan kendaraan tangki air, namun hanya terjadwal 2 kali dalam seminggu, hari Senin dan Selasa dan itu belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk kami,”ujarnya.

Ketika warga Kampung Cipanggulaan menanyakan kejelasan pasokan air PDAM kapan akan kembali normal melalui nomor handphone pengaduan atau petugas PDAM, warga tidak mendapat jawaban yang pasti atau solusi atas keterhambatan pasokan air tersebut.

“Bulan puasa kami khususnya ibu rumah tangga dibuat pusing oleh aliran PDAM, tidak ada solusi dan kejelasan kapan air menyala kembali. Malahan tagihan bulanan PDAM tetap saja tidak berkurang, meskipun air padam,”tuturnya.

Kejadian padam aliran air PDAM, kata Elisa pernah terjadi juga di bulan Februari selama tiga hari, bahkan tidak ada kiriman tangki air ke warga. Warga Kampung Cipanggulaan telah berdiskusi dengan jajaran RT setempat akan melakukan aksi demo ke PDAM apabila tidak ada kejelasan aliran air kapan menyala.

“Kesabaran warga pasti ada batasnya, hasil diskusi apabila pihak PDAM tidak merespon dan bertanggung jawab, kami akan melakukan aksi demo,”ungkapnya. (*)