KCD Pendidikan: Plt Kepala Sekolah Tidak Harus Pejabat Terdekat

oleh -
Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Jalan Dr. Radjiman Nomor 6 Kota Bandung.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jabar, Dra. Hj. Nonong Winarni, S.Pd., M.Pd. menyatakan, penunjukan pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah (Kasek) SMA/SMK di Kota dan Kabupaten Sukabumi semuanya sama sesuai aturan. Dalam aturan tidak ada klausul yang menyebutkan plt harus dari kepala sekolah yang tempat tugasnya terdekat. 

Menurut KCD, tujuan utama penunjukan Plt. Kasek itu untuk mengisi kekosongan jabatan sesuai dengan aturan.  

Pernyataan Nonong itu untuk menjawab pertanyaan berbagai kalangan terkait penunjukan  Kepala SMAN 1 Sagaranten, Dra. Hj. Nike Mustikasari, M.Pd. menjadi Plt SMAN 3 Kota Sukabumi. Jarak Kota Sukabumi ke Sagaranten sekitar 60 kilometer sehingga dapat menimbulkan kesulitan bagi Nike dalam menjalankan tugasnya sebagai Plt SMAN 3 Kota Sukabumi.

“Penunjukan Plt kepala sekolah itu hanya bersifat sementara. Sesuai dengan aturan, Plt. hanya menjabat sementara selama 3 bulan dan bisa diperpanjang 3 bulan berikutnya. Untuk calonnya dan bagaimana kompetensinya, hal itu sudah kami pertimbangkan secara matang,” kata Nonong kepada wartawan akhir pekan lalu.

Penunjukan Plt kepala SMA/SMK merupakan kewenangan KCD di wilayah. Sementara pengangkatan kepala sekolah definitif merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar.

“Jadi, karena sudah sesuai aturan, penunjukan Plt kepala SMAN 3 Kota Sukabumi tidak ada masalah karena sudah sesuai aturan,” kata dia.

Jawaban tersebut dapat menjawab pertanyaan: mengapa Nonong tidak memilih Plt. Kepala SMAN 3 Kota Sukabumi dari  kalangan kepala sekolah terdekat agar lebih efisien dalam menjalankan tugasnya?

“Relevansinya dengan jarak apa? Kan tidak ada dalam aturan. Kalaupun ada kebijakan lain, misalnya Plt. Kepala SMA/SMK di Kota dan Kabupaten Sukabumi itu didatangkan dari Bandung,  itu tetap tidak melanggar aturan,” terangnya. 

Hanya saja, lanjut Nonong, kita semua selalu berkutat dalam kebiasaan. Bagi Nonong, kebiasaan itu bukan dasar untuk menunaikan tugas. 

Dia mengakui kebiasaan selama ini, Plt. diisi oleh pejabat-pejabat yang tempat tugasnya dekat, sekarang dipilih pejabat yang cukup jauh.

“Kita bicara soal Kota Sukabumi. Di sini hanya ada 5 SMA negeri, 4 sekolah dipimpin  oleh laki-laki. Walaupun bukan karena gender, tapi kan tidak ada salahnya jika ada warna lain yang bisa memperbaiki lembaga SMA. Toh saya memilih semua Plt kepala SMA/SMK berdasarkan pertimbangan profesional,” jelas Nonong. (*)