PWI Harus Menunjukkan Eksistensi Melalui Karya Jurnalistik

oleh -
Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat ketika diwawancara wartawan seusai acara pelantikan pengurus PWI Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Pada era keterbukaan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi profesi harus bisa menunjukkan eksistensi yang hebat, melalui karya jurnalistik yang bagus. Hal itu disampaikan oleh ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat usai melantik pengurus PWI Kabupaten Sukabumi periode 2020-2023 di Pendopo Sukabumi, Rabu (7/4/2021).

“Persaingan eksistensi organisasi tidak hanya di profesi wartawan saja ditempat lain juga banyak, PWI harus membuktikan eksistensinya dan peran organisasi,”kata Hilman.

Bertambahnya jumlah wartawan yang menekuni kegiatan jurnalistik, menurut Hilman, PWI harus membuka diri agar wartawan baru dengan media nya bisa bergabung dengan PWI.

“Karena dengan bergabungnya mereka ke PWI, pembinaan terhadap keprofesian itu akan lebih mudah. Apabila ada kasus atau delik pers yang terjadi pada anggota kita, tentunya akan kita nasehati dan dibina,”ujarnya.

Sejauh ini berdasarkan data jumlah anggota PWI di Jabar kurang lebih mencapai 1.200 anggota. Hilman sendiri memiliki target merekrut anggota baru sebanyak 500 anggota di masa kepimpinannya, saat ini sudah tercapai sebanyak 350 anggota.

Untuk menjadi calon anggota PWI, Wartawan harus mengikuti OKK (Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian) belum lama ini digelar di PWI jabar secara virtual.

“Bagi wartawan yang ingin menjadi anggota PWI harus ada rekomendasi dari PWI setempat, karena Jabar tidak akan proses keanggotaannya apabila rekom di daerah tidak ada. Termasuk perpanjangan kartu anggota harus ada rekomendasi dari ketua dan sekretaris PWI di daerah,”tegasnya.

Kegiatan PWI Jabar pada tahun 2021 terbilang padat dengan banyaknya daerah yang akan melaksanakan Konfrensi wilayah (Konferwil) seperti Kabupaten Sukabumi yang telah selesai, dan Kota Sukabumi yang akan berlangsung pada 10 Juli 2021. Masih kata Hilman Konferwil  di daerah sesuatu keharusan dalam pergantian pengurus.

Dirinya berpesan agar proses Konferwil bisa berjalan lancar tanpa ada kericuhan, karena melalui Konferwil bisa menjaga kekompakan sesuai dengan PDPRT, saling menghormati dan sama-sama ingin memajukan PWI di daerah.

“Biasanya konflik yang terjadi saat Konferwil seputar DPT (Daftar Pemilih Tetap), makanya saya bersama bidang organisasi  sedang menyusun dan mencocokkan anggota PWI dengan status biasa antara data di pusat dan Jabar,”ungkapnya. (*)