BPBD Imbau Masyarakat Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor

oleh -
Tim dari BPBD Kota Sukabumi membersihkan selokan dari tumpukan sampah untuk mencegah bencana banjir.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengimbau kepada masyarakat untuk siaga bencana banjir dan tanah longsor, hal itu berdasarkan prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika) yang menyatakan musim penghujan dengan intensitas tinggi sampai dengan 31 Mei 2021.

“Kami mengimbau kepada masyarakat bahwa saat ini masih dalam status status siaga bencana banjir dan tanah longsor, karena musim penghujan belum berakhir,”kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, H. Imran Whardani ketika dihubungi wartawan via telepon seluler, Selasa (6/4/2021).

Banjir yang terjadi di wilayah Kota Sukabumi, masih kata Imran merupakan banjir yang sifatnya lintasan akibat masyarakat masih tidak sadar membuang sampah ke saluran air atau gorong-gorong, yang mengakibatkan air meluap ke jalan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Untuk mencegah banjir lintasan terjadi, harus ada kepedulian dan peran aktif masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar,”ujarnya.

Imran juga mengimbau kepada para pengguna kendaraan baik roda dua dan empat, ketika terjadi hujan lebat yang disertai oleh kilat petir dan angin kencang agar menghindari berada di bawah pohon, baliho, saluran air dan gorong-gorong.

“Memarkirkan kendaraan diusahakan jangan dibawah pohon ketika hujan deras disertai angin dan petir, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tetap selalu waspada dan siaga,”terangnya.

Berdasarkan data rekapitulasi yang dimiliki BPBD, kejadian bencana di wilayah Kota Sukabumi masih di dominasi Banjir, Tanah Longsor dan cuaca ekstrem. Tercatat pada bulan Maret 2021 total jumlah kejadian bencana ada 28 terdiri dari 8 kejadian Banjir, 10 cuaca ekstrem, 1 kecelakaan transportasi dan 9 kejadian tanah longsor.

“Selain waspada dan siaga bencana, masyarakat juga jangan pernah lelah menjalankan Protokol kesehatan saat berada di luar rumah, untuk memutus mata rantai Covid-19,” ungkapnya. (*)