Pemain ‘Langlayangan’ di Semplak Selamatkan Rumah Janda dari Kobaran Api

oleh -
Beberapa warga masih membereskan dapur yang acak-acakan karena diguyur air untuk memadamkan api.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Sejumlah penggemar permainan layang-layang berhasil menyelamatkan rumah janda di Kampung Semplak, Desa/Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (3/4/2021). Tanpa bantuan mereka, rumah milik Umi Cucu itu akan habis terbakar api. Mereka bahu-membahu memadamkan api yang telah menguasai hampir separuh dari ruangan dapur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian, saat itu sekitar pukul 17.20 WIB, para pemain langlayangan melihat dari jarak sekitar 20 meter kobaran api dari dapur Umi Cucu. Mereka langsung berteriak-teriak sambil mencari sumber air. Warga pun tanpa dikomandi mendobarak pintu dapur dan memecahkan kaca jendela.

Api terlihat telah berkobar dan asap membumbung tinggi ke udara dari dapur. Warga menjadi panik karena api menjilat-jilat dengan tinggi sekitar 1,5 meter dari lantai dapur. Setelah berhasil mendobrak pintu dapur, beberapa warga langsung mendekati sumber api sambil mengguyurkan air di sekitar hawu.

Kebetulan di halaman rumah Umi Cucu terdapat kolam kecil yang berisi air. Warga yang nyalinya tinggi langsung mengambil air dari kolam untuk memadamkan api. Sebagian lagi mengambil air dari bak mandi di samping dapur.

Bersamaan dengan itu, warga mulai berdatangan ke tempat kejadian. Mereka bahu-membahu memadamkan api yang nyaris menghanguskan rumah Umi Cucu.

Dalam waktu sekitar 15 menit, mereka berhasil memadamkan api. Setelah api benar-benar padam, tetangga Umi Cucu bernama Mang Koyi dibantu beberapa orang warga langsung mengeluarkan benda-benda yang mudah terbakar dari dapur. Mereka juga melakukan pendinginan dengan air untuk mematikan api secara total.

Setelah api padam, Umi Cucu tiba di rumahnya. Dia baru saja berkunjung ke rumah Haji Masropiqoh yang akan menggelar kegiatan Rajaban. Umi Cucu mengatakan, dia pergi meninggalkan dapur setelah memasak. Perasaannya dia telah mematikan api di hawu.

Namun rupanya, dia tidak melihat ada sisa nyala bara di dalam hawu. Dari sisa nyala bara api itulah api merembet ke kayu bakar, kardus, kain, dan benda-benda lainnya.

Sampai menjelang Maghrib, warga masih berkumpul di rumah Umi Cucu untuk membantu membereskan dapur yang basah kuyup setelah diguyur air kolam. (*)