Raker Pemberdayaan Masyarakat, BNN Libatkan Camat dan Kades

oleh -
Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Fahmi Cipta Dewantara, S.IK. ketika memberikan arahan kepada peserta raker Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan  Raker Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat. Pada rapat tersebut, BNN Kabupaten Sukabumi melibatkan para camat dan kepala desa dari sejumlah kecamatan.

Raker digelar di aula Ballroom Hotel Pangrango, Sukabumi, Kamis (1/4/2021). Kegiatan tersebut dibuka dan dipimpin oleh Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Fahmi Cipta Dewantara, S.IK.

Rapat kerja ini membahas program dan permasalahan yang terkait aksi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Pembahasan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan masyarakat.

Para camat yang ikut serta pada raker itu berasal dari kecamatan-kecamatan Sukalarang, Kebonpedes, Caringin, Cicantayan, Cibadak, Cisaat, Gunungguruh, Sukabumi, dan Kecamatan Kadudampit.

Adapun para kepala desa yang hadir berasal dari desa-desa Sukalarang, Titisan, Kebonpedes, Caringin Kulon, Cicantayan, Karangtengah, Cibatu, Gunungguruh, Sundajaya Girang, dan Desa Sukamanis.

Dalam arahannya AKBP Fahmi Cipta mengatakan, Pelaksanaan program P4GN merupakan amanat dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN, dan Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi P4GN.

Indonesia sudah masuk dalam situasi darurat narkoba, kata dia, dengan keadaan tidak ada jaminan bahwa satu lingkungan akan bebas narkoba. Narkoba masuk ke semua lingkungan, baik pemerintah, aparat, swasta, termasuk lingkungan masyarakat.

“Narkoba pun masuk tidak hanya ke kota-kota besar tetapi sudah merambah hingga pelosok desa. Maka untuk penanggulangan masalah narkoba diperlukan langkah nyata serta upaya yang terpadu dan komprehensif,” ujar Kepala BNN Kabupaten Sukabumi.

Langkah nyata tersebut, lanjut AKBP Fahmi, meliputi pencegahan untuk menumbuhkan daya tangkal, pemberantasan untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba, dan rehabilitasi untuk mengobati mereka yang sudah terpapar penyalahgunaan narkoba. (*)