BNN Membentuk Relawan Anti Narkotika di STH Pasundan Sukabumi

oleh -
Penandatanganan deklarasi kampus bersih narkoba oleh pimpinan, staf, dosen, dan para mahasiswa STH Pasundan Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Sebagai bagian dari upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan pembentukan relawan anti narkoba pada Sekolah Tinggi Hukum (STH) Pasundan Sukabumi.

Pembentukan relawan anti narkoba tersebut dilakukan di situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Sabtu (6/3/2021). Setelah dikukuhkan, para relawan tersebut akan menjadi penghubung BNN dengan masyarakat.

Para relawan sebelumnya menerima berbagai materi pembekalan terkait narkoba dari BNN Kabupaten Sukabumi. Mereka menerima materi antara lain pengenalan kegiatan relawan anti narkoba dan pembentukan karakter serta pemahaman aspek hukum dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Materi lain yang diterima oleh para relawan yang semuanya berasal dari kalangan mahasiswa dan dosen STH Pasundan Sukabumi adalah tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Mereka akan menjadi agen perubahan dalam melakukan pencegahan khususnya di lingkungan kampus dan masyarakat tempat mereka tinggal,” kata Kepala BNN Kabupaten Sukabumi, AKBP Fahmi Cipta Dewantara, S.IK. kepada wartawan seusai pengukuhan relawan anti narkoba STH Pasundan Sukabumi.  

Lingkungan kampus, ujar dia, harus mendeklarasikan diri sebagai kawasan yang bersih dari narkoba. Kampus selalu menjadi perhatian masyarakat. Jika di suatu kampus banyak anggotanya yang terjerat kasus narkoba, kata AKBP Fahmi, otomatis kampus tersebut akan kehilangan peminat. 

BNN Kabupaten Sukabumi, lanjut dia, tengah menggencarkan program pelatihan untuk pelatih atau ToT bagi para dosen. Setelah selesai mengikuti ToT, jelasnya, para dosen akan menjadi kepanjangan tangan BNN dalam mengkampanyekan bahaya narkoba kepada para mahasiswa.

“Kurikulum tentang narkoba penting untuk diterapkan di perguruan tinggi mengingat masalah narkoba terus berkembang sehingga mahasiswa perlu memahami persoalannya secara utuh sesuai perkembangan terbaru,” kata Kepala BNN Kabupaten Sukabumi. 

Pembentukan relawan anti narkoba akan diperluas ke berbagai kalangan kelompok dan komunitas masyarakat. Nantinya para relawan akan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba guna mendorong terwujudnya lingkungan masyarakat yang bersih narkoba. (*)