Pasokan Petani Lokal Rendah, Harga Cabai-cabaian Masih Tinggi

oleh -
Kabid Perdagangan pada Diskop-UMKM Dagrin Kota Sukabumi, Widya Yudha Setiawan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Masih tingginya harga cabai di beberapa pasar tradisional Kota Sukabumi akibat pasokan dari petani lokal berkurang. Hal itu juga dipicu karena beberapa daerah mengalami musim penghujan yang mengakibatkan gagal panen.

“Beberapa jenis cabai memang masih tinggi dan belum turun harga, berdasarkan monitoring yang kami lakukan,”kata Kabid Perdagangan pada Diskop-Umkm Dagrin) Kota Sukabumi, Widya Yudha Setiawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/3/2021).

Berdasarkan laporan monitoring bidang perdagangan pada Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskop UMKM Dagrin) Kota Sukabumi, cabainrawit merah Rp110 ribu, harga Cabai keriting merah di jual Rp60 ribu, cabai rawit hijau Rp70 ribu, cabai keriting hijau Rp30 ribu dan cabai merah besar/ TW dijual Rp50 ribu semua dalam hitungan perkilogram.

Berikut juga dengan bawang merah dijual Rp38 ribu, bawang putih Rp28 ribu, kentang Rp15 ribu dan Tomat besar Rp12 ribu.  “Pasokan berbagai jenis cabai maupun bawang memang pasokan dari daerah lain masih terbatas, sehingga harga beberapa jenis komoditas sayuran tersebut belum mengalami penurunan harga,”terangnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada harga daging ayam broiler yang sebelumnya di pasaran dijual Rp34 ribu kini naik menjadi Rp36 ribu/kilogram. Sedangkan harga telur ayam negeri Rp26 ribu, dan daging sapi masih bertahan di harga Rp125 ribu/kilogram.

Untuk harga bapokting (bahan pokok penting) lainnya masih kata Yudha semua dalam kondisi normal termasuk pasokannya juga terbilang aman. (*)