Semua Kecamatan Rawan Bencana, Pemkab Sukabumi Dijamin Selalu Siaga

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (depan, kanan) bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Sukabumi ketika menyimak arahan Presiden Joko Widodo pada rakornas penanggulangan bencana.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Sebanyak 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi masuk dalam kategori rawan bencana. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak merasa gentar dan kalut menghadapi ancaman bencana di semua kecamatan karena telah memiliki dan mengembangkan sistem kesiapsiagaan. 

Hal itu dikatakan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami setelah mengikuti rapat koordinasi nasional penanggulangan bencana yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bupati mengikuti rapat tersebut secara virtual di Pendopo Sukabumi.  

“Kami telah memasang beberapa alat pendeteksi dini di beberapa titik oleh BNPB. Alat tersebut selalu dikontrol agar tidak rusak untuk meningkatkan kesiapsiagaan kami menghadapin ancaman bencana,” kata Marwan.

Bupati mengikuti rakor bersama para kepala daerah bersama Forkopimda se-Indonesia. 

Dalam amanatnya, Presiden mengatakan, Indonesia merupakan wilayah rawan bencana. Dalam setahun ini, lebih dari 3 ribu bencana terjadi di Indonesia. Seluruh unsur pemerintah di Indonesia harus mempersiapkan diri dalam  mengantisipasi bencana.

“Jangan hanya reaktif saat ada bencana, tapi harus mampu mengantisipasi. Tantangan ini harus kita hadapi,” kata Presiden.

Pemerintah daerah, ujar kepala negara, harus mempersiapkan diri secara dini dalam mengantisipasi bencana.

Untuk itu, Presiden meminta agar kebijakan nasional dan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Menurutnya, kebijakan mengurangi bencana harus terintegrasi dari hulu ke hilir. Presiden berharap agar tidak boleh ada ego sektoral maupun daerah.

Presiden Jokowi juga mengingatkan pentingnya fungsi manajemen tanggap darurat, termasuk kemampuan rehabilitasi dan rekontruksi cepat pasca bencana.

“Sistem peringatan dini harus dicek terus agar berfungsi dengan baik dan akurat. Sebab, kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban,” tuturnya. 

Selain itu, presiden meminta agar semua pihak mengedukasi masyarakat terkait kebencanaan. Dalam hal ini termasuk rutin melakukan simulasi di lokasi rawan bencana. Dengan demikian masyarakat selalu dalam keadaan siap menghadapi bencana. (*)