Perang Melawan Narkoba, Desa Jambenenggang Membentuk Kampung Bersinar dan Tangguh

oleh -
Suasana peresmian Kampung Bersinar dan Tangguh di Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi tidak pernah berhenti mendorong masyarakat untuk berperang melawan penyalahgunaan narkotika, zat psikotropika, dan obat-obatan berbahaya (narkoba) hingga ke desa-desa. Salah satunya dengan membentuk Kampung Bersinar dan Tangguh di Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Pembentukan Kampung Bersinar dan Tangguh diselenggarakan di Desa Jambenenggang, Rabu (17/2/2019).  Pembentukan Kampung Bersinar dan Tangguh itu dihadiri Kepala BNNK Sukabumi AKBP Fahmi Cipta Dewantara, S.IK., Camat Kebonpedes Ali Iskandar, dan Kades Jambenenggang Ojang Apandi selaku tuan rumah.  

“Perang melawan  narkoba di Desa Jambenenggang bisa menggelora karena adanya semangat dan kepedulian perangkat desa dan seluruh lapisan masyarakat di desa ini,” kata AKBP Fahmi setelah deklarasi perang melawan narkoba di Desa Jambenenggang.

Dukungan juga datang dari ormas kepemudaan  Karang Taruna yang bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Semuanya bertekad untuk menjadikan Desa Jambenenggang sebagai Desa Bersinar dan Kampung Tangguh yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan tangguh terhadap hal-hal yang berkaitan dengan perilaku masyarakat yang tidak baik.

“Selain membajakan tekad dan memompa semangat, Kampung Bersinar dan Tangguh juga terus-menerus  mengumandangkan perang terhdap narkoba melalui War on Drugs,” ujar Kepala BNNK Sukabumi.

Slogan War on Drugs, kata dia, dapat menyatukan kekuatan untuk bersatu dan bergerak dalam melawan dan memberantas penyalahgunaan narkoba. Semangat ini harus dapat menjaga kampung dari segala ancaman yang merusak mental dan akhlak generasi penerus.

Dengan semangat tersebut, lanjut AKBP Fahmi,  masyarakat bersama-sama membentuk karakter generasi yang kuat, kreatif, dan inovatif . Selain itu  didorong pula pembentukan karakter pantang menyerah,  gotong royong, dan mempunyai empati terhadap nasib orang lain. Karakter tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. (*)