Pemilihan Ketua RT 05 PNG Dilakukan Secara Daring

oleh -
Rapat panitia pemilihan Ketua RT 05 RW 07 di Perumahan Nirwana Graha (PNG) Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Hasil akhir pemilihan Ketua RT 05 RW 07 PNG.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Panitia Pemilihan Ketua RT 05 RW 07, Perum Nirwana Graha (PNG), Kelurahan Dayeuh luhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi melakukan pemungutan suara melalui daring (online), hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Masih ditengah kondisi pandemi Covid-19, sudah tidak asing beberapa kegiatan dilakukan secara daring, begitupun dengan pemilihan ketua RT 05 yang kami lakukan,”kata Ketua Panitia, Sumarno di dampingi Sekretaris, Ujang Beni Ibrahim (UBI) kepada wartawan Selasa Malam, di Masjid Al-Mumtaz PNG.

Sebelumnya panitia membuka pendaftaran para calon ketua RT secara online, selanjutnya melalui aplikasi http://bit.ly/PEMILIHAN_KETUA_RT05_PNG warga memberikan hak suaranya kepada jagoan yang dianggap layak jadi ketua RT 05.

Menurut Sumarno pemilihan ketua RT di PNG secara daring lebih efektif dan efisien, bagi warga PNG yang sedang bekerja di luar Kota, masih bisa memberikan hak suara tanpa harus pulang kampung.

“Melalui daring semua bisa memberikan hak suaranya, untuk pemimpin di PNG selama 5 tahun kedepan, apalagi ada beberapa warga yang memang bekerja di luar daerah, tapi masih bisa memberikan suara,”ujarnya.

Pada pemilihan ketua RT 05, ada tiga calon diantaranya, H. Sultan Tato, Sodikun dan M. Satiri, dari ketiga calon tersebut panitia mengumumkan hasil pemungutan suara, dimana H. Sultan Tato unggul dengan perolehan suara sebanyak 73 persen, Sodikun 22 persen dan M. Satiri sebanyak 5 persen.

“Alhamdulillah pemilihan berjalan lancar yang dimenangi oleh H. Sultan Tato, semoga beliau bisa memegang amanah sebagai ketua RT baru,”terang Sumarno.

Sementara itu H. Sultan Tato dalam sambutannya mengatakan amanah besar yang diberikan olehnya dari warga PNG akan dijalankan sebagai ladang ibadah semua pekerjaan hanya karena Allah SWT. Tidak ada sedikitpun  dirinya ingin menjadi ketua RT,  semua itu dorongan dari bapak-bapak yang menginginkan dirinya maju sebagai ketua RT. 

“Pada prinsipnya Rukun Tetangga itu tetangga yang harus rukun, menjadi ketua RT harus bisa merukunkan tetangganya, artinya ada silahturahmi dan komunikasi yang baik antar warganya,”kata Sultan.  (*)