KKM STISIP Widya Puri Mandiri Dilaksanakan di Bawah Prokes Covid-19

oleh -
Pembekalan KKM untuk mahasiswa STISIP WPM dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Penyelenggaraan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STISIP Widyapuri Mandiri (WPM) Sukabumi dilaksanakan di bawah aturan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Di tempat tujuan KKM, pihak kampus meniadakan prosesi penyambutan di satu tempat untuk mencegah terbentuknya kerumunan orang.

Hal itu dikatakan Pembantu Ketua Bidang Keuangan STISIP WPM, H. Ardiana Trisnawiana pada pembukaan pembekalan KKM di Kampus STISIP WPM, Kamis (28/1/2021). Para mahasiswa, ujar Ardiana, dibekali materi seputar prokes oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi.

“Di tempat KKM, mahasiswa harus menjadi pelopor dalam penegakan prokes, khususnya 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” ujar pejabat kampus yang sehari-hari juga menjabat Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Sukabumi tersebut.

Pada pembekalan KKM, dari 203 peserta yang akan berangkat, hanya 26 perwakilan yang berada di dalam ruangan. Hal itu merupakan bagian dari pelaksanaan penerapan prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus.

Rencananya mereka akan melaksanakan KKM di kawasan Pajampangan, tepatnya di Kecamatan Purabaya dan Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi  yang menyebar di 13 desa. KKM merupakan bagian dari kurikulum intra di luar kampus untuk  mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi.

Sementara itu dalam ceramahnya, Staf Humas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Eneng Yulia Handayani mengimbau mahasiswa STISIP WPM untuk menjadi pelopor dalam edukasi prokes, termasuk gerakan 5M di tengah masyarakat, khususnya di tempat KKM.

Gerakan 5M yng dimaksudkan Eneng adalah memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Di tempat KKM, ujar dia, para mahasiswa akan terus mensosialisasikan dan menggencarkan gerakan 5M ke masyarakat. 

“Salah satu kegiatan yang akan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa  adalah pembagian masker ke masyarakat,” ujar Eneng.

Pada pembekalan tersebut, baik narasumber maupun peserta semuanya melaksanakan protokol kesehatan. Para mahasiswa duduk pada jarak sekitar 1,5 meter di antara mereka, baik ke depan belakang maupun kanan dan kiri.

Rencananya penglepasan KKM akan dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2021. Sesuai aturan prokes, mahasiswa akan langsung menuju tempat KKM masing-masing, tanpa didahului penyambutan oleh masyarakat dan perangkat desa. (*)