Sosialisasi Prokes Digencarkan, Pasar Bojonglopang Kembali Normal

oleh -
Kondisi Pasar Bojonglopang perlahan-lahan normal dengan jumlah pengunjung berangsur normal setelah digencarkan sosialisasi protokol kesehatan oleh Muspika dan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Jampangtengah.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Aktivitas transaksi jual beli di Pasar Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi berangsur-angsur  kembali normal. Hal itu terjadi setelah Muspika Jampangtengah gencar melakukan sosialisasi protokol kesehatan (prokes), khususnya 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Asalnya warga enggan pergi ke pasar dan tempat keramaian karena takut tertular Virus Corona. Namun Muspika bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Jampangtengah dapat meyakinkan warga, bepergian ke tempat ramai tidak dilarang asalkan warga mentaati 3M untuk mencegah tertular Virus Corona.

“Sekarang pengunjung dan pedagang di pasar selalu memakai masker. Perlahan-lahan jumlah pengunjung pun bertambah dan aktivitas kembali normal,” kata salah seorang pedagang di Pasar Bojonglopang, , Gomar (52) kepada wartawan, Ahad (24/1/2021).

Berkat sosialisasi dan inspeksi mendadak yang sering dilakukan oleh Satgas Covid-19 dan Muspika Jampangtengah, kesadaran pedagang dan pengunjung pasar dalam melaksanakan 3M terus naik. Akhirnya di lingkungan Pasar Jampangtengah terwujud AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan 3M sebagai salah satu ciri khasnya.

“Sekarang kondisi hampir pulih, jumlah pengunjung perlahan-lahan mendekati normal seperti semula. Penghasilan kami juga terus membaik,” ujar Gomar.

Sebelum ada sosialisasi, warga Kecamatan Jampangtengah dilanda ketakutan bepergian ke tempat ramai, termasuk pasar. Warga belum banyak memahami manfaat dan keefektifan 3M dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19. Sekarang warga tidak khawatir berada di tengah orang banyak karena mereka selalu memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

Dulu, pada masa awal-awal wabah melanda, penghasilan Gomar dan pedagang lainnya drop hingga 50 persen. Akhir-akhir ini setelah muncul kesadaran menerapkan 3M, penghasilan Gomar kembali normal yakni Rp1,5 juta per hari.  

“Alhamdulillah, sekarang barang dagangan saya mulai diburu lagi para pembeli,” kata Gomar. 

Dia mengakui peran Muspika yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil Jampangtengah dalam mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan 3M sangat besar. Bersama Satgas Covid-19, para pimpinan di tingkat kecamatan itu terus-menerus menggencarkan sosialisasi 3M.

“Masyarakat percaya jika tetap melaksanakan 3M, mereka tidak akan tertular Virus Corona,” ujar Gomar.

Sementara itu, seorang pengunjung pasar,  Ujang Badru (30) warga Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah menyatakan tidak merasa khawatir lagi ketika berada di tengah pasar. Dia yakin, 3M dapat mencegah Virus Corona masuk ke dalam tubuhnya.

“Karena itu kalau pergi ke pasar, saya selalu memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain serta menghindari kerumunan. Saya juga selalu mencuci tangan di wastafel umum yang ada di pasar setelah berbelanja,” kata Ujang. (*)