Cabai Rawit Hijau Dijual Rp50 Ribu untuk Harga di Kebun Pajampangan

oleh -
Lahan di Desa Margahayu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi tidak banyak yang ditanami cabai rawit hijau karena takut gagal panen di tengah musim hujan.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Harga cabai rawit hijau di Kampung Ciherang, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi menyentuh harga Rp50 ribu per kilogram. Harga tersebut dijual petani di kebun usai panen.

Seorang petani dari Kampung Ciherang RT 11 RW 03, Desa Margaluyu, Enas mengatakan, melonjaknya harga cabai rawit hijau dipicu oleh  tingginya curah hujan. Di musim hujan, kata dia, sedikit jumlah petani yang berani menanam cabai-cabaian karena takut gagal panen. Jadi produksi cabai rawit hijau sedikit.

“Mahalnya harga cabai karena faktor iklim. Banyak buah cabai yang layu dan mati karena tertimpa air hujan. Sepanjang tahun ini saya sering mengalami gagal panen,” kata Enas, Sabtu (23/1/2021).

Senada dengan Emas, rekan sesama petani cabai, Emad yang juga warga  Ciherang mengatakan, dalam dua kali panen, dia hanya mengantongi penghasilan sebesar Rp7,5 juta. Hasil panennya sedikit karena banyak buah cabai rawit hijau yang gagal petik.

Sementara itu, Hj. Icah warga Ciherang yang memiliki dua petak sawah yang ditanami cabai rawit hijau mengatakan, pemicu kegagalan panen antara lain sistem dan pola tanam yang kurang tepat.

“Seharusnya dalam satu tahun, tanaman cabai rawit diselingi dengan tanaman jenis sayuran lain. Jangan ditanam cabai saja selama satu tahun penuh. Tujuannya agar tingkat kesuburan tanah bisa terjaga dengan baik,” ujarnya.

Dari lahan seluas 200 meterpersegi, Icah bisa menghasilkan Rp15 juta dari penjualan cabai rawit hijau. (*)