DKP3 Imbau Masyarakat Kurangi Ketergantungan pada Beras

oleh -
Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat tidak ketergantungan terhadap beras, lebih mengajak terhadap program disertasi pangan, kembali seperti perilaku orang tua jaman dahulu, mengkonsumsi umbi-umbian termasuk Sorgum.

“Saya dan jajaran DKP3 sudah mencoba seperti makan singkong atau ubi rebus, bisa bertahan cukup lama tidak terasa lapar. Termasuk makan Sorgum direbus di beri gula dan kelapa tidak kalah nikmatnya,”kata Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan ketika berkunjung ke kantor PWI Kota Sukabumi, Kamis (21/1/2021).

Diakui Andri, sebagian masyarakat banyak berpikir kalau belum makan nasi belum makan, walau sudah banyak makanan yang di makan. Untuk itu dirinya gencar memberikan edukasi ke masyarakat agar secara perlahan tidak selalu ketergantungan terhadap beras.

“Mulai biasakan kita konsumsi Sorgum, jagung atau umbi-umbian lainnya, agar terbiasa hal itu menjaga apabila terjadi kerawanan pangan,”ujarnya.

Andri juga menanggapi ada isunya di wilayah Jawa Barat tentang kerawanan pangan pada tahun ini, untuk itu beberapa langkah telah dilakukan DKP3, diantaranya survei kios pupuk. Berkenaan dengan rencana program tanam padi. Agar ketahanan pangan di wilayah Kota Sukabumi tetap terjaga dengan baik, karena kebutuhan beras di Kota Sukabumi berdasarkan data untuk pertahun sebanyak 37.755,27 ton.

“Kebutuhan beras per hari di Kota Sukabumi sebanyak 103,44 ton dengan luas 25,29 hektare lahan pertanian. Makanya kami tetap menjaga ketersediaan pangan, walaupun ada isu informasi suatu saat ada kondisi rawan pangan,”ungkapnya.

Isu kerawanan pangan dinilai Andri bisa saja terjadi, dilihat dari kondisi pandemi Covid-19, daerah maupun negara lain bisa saja mempertahankan stok beras tidak melakukan impor. Makanya DKP3 terus mengimbau agar masyarakat tidak ketergantungan terhadap beras. (*)