Kejari: Perkara Narkotika Masih Tinggi di Kota Sukabumi

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi memperlihatkan salah satu barang bukti kejahatan narkoba pada kegiatan pemusnahan barang bukti yang dipimpin Kajari Kota Sukabumi, Mustaming.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Iyus Firdaus PWI

Perkara yang paling menonjol di wilayah hukum Kota Sukabumi hingga saat ini, masih di dominasi oleh Narkotika, hal itu disampaikan oleh Kepala Kajaksaan Negeri (Kajari) Kota Sukabumi, Mustaming, usai melakukan kegiatan pemusnahan Barang Bukti (BB) yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Dalam pemusnahan BB, hadir Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni, perwakilan Pengadilan Negeri Sukabumi dan Perwakilan Dinas Kesehatan, di halaman Kantor Kejari, Rabu (20/1/2021).

“Perkara yang menonjol sampai hari ini memang Narkotika bersama obat-obatan terlarang lainnya,”kata Mustaming di dampingi Kasi Intel, Arif Wibawa dan Kasi Pengelolaan BB dan BR, Sudiharjo.

Meningkatnya perkara Narkotika, berdasarkan evaluasi dari Pekerjaan penuntutan persidangan perkara tindak pidana umum, yang masuk di terima oleh Kejaksaan pada tahun 2020, kurang lebih ada 333 perkara, dari jumlah tersebut ada 150 perkara Narkotika.

“Hal ini tentunya menjadi atensi kita bersama agar program kedepan bisa mengatasi dan mengantisipasi dalam penekanan perkara Narkotika,”ujar Mustaming.

Semakin bertambahnya kasus Narkotika, diakui Mustaming butuh sinergitas dari semua pihak dan secara intens memberi edukasi ke lapisan masyarakat tentang bahaya Narkotika. Untuk semua perkara selama 2020, sudah di eksekusi semua.

Pada pemusnahan BB Narkotika ada Sabu-sabu dengan jumlah 44,8453 gram dan Ganja sebanyak 24,9613 gram dengan total 26 perkara, sedangkan Undang-undang kejahatan dari 3 perkara, BB yang di musnahkan ada Hexymer sebanyak 2.093 butir, Tramadol berjumlah 774 butir, DMP sebanyak 364 butir dan DOUBLEY sebanyak 100 butir.

Kejari juga memusnahkan BB dari Undang-undang Darurat dengan BB senjata api (1 Air Soft Gun) dan 2 senjata tajam (Golok dan Pedang). Masih kata Mustaming untuk kasus perkara Narkotika, sebagian besar penggunaannya para pelaku untuk dikonsumsi, sebagian dari itu penjual dan pengedar, berdasarkan penilaiannya, dibeli hanya untuk di gunakan atau di konsumsi.

“Dari kasus Narkotika selama 2020 memang lebih banyak pemakai, BB yang kita musnahkan kurang lebih kalau dirupiahkan lumayan besar, sampe Milyaran,”ungkapnya. (*)