Harga Cabai-cabaian Melambung Tak Terbendung

oleh -
Di tengah derasnya musim hujan, harga cabai-cabaian cenderung naik karena pasokan ke para pedagang berkurang.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Mengikuti hukum penawaran dan permintaan, harga cabai-cabaian terus melambung tanpa bisa dibendung. Semua jenis cabai, karena pasokan lebih rendah dari permintaan, sama-sama harganya naik termasuk cabai merah dan cabai hijau keriting.

Di beberapa pasar tradisional di Kota Sukabumi, harga cabai merah besar TW mencapai  Rp40 ribu, asalnya Rp36 ribu perkilogram. Harga cabai merah lokal naik Rp6 ribu dari Rp42 ribu menjadi Rp48 ribu per kilogram.

Begitu juga cabai keriting hijau, harganya naik dari Rp24 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram. Harga-harga tersebut merata di semua pasar tradisional seperti Pasar Gudang, Pasar Pelita, Pasar Lettu Bakri, Pasar Stasiun Timur, dan Pasar Pasundan.  

Tapi, untuk harga cabai rawit merah turun. Kini harga cabai rawit merah Rp80 ribu perkilogram, asalnya hampir menyentuh Rp100 ribu.  

“Hasil monitoring  di beberapa pasar tradisional, harga cabai kembali naik. Salah satu pemicunya faktor cuaca. Para pedagang menyatakan, karena hujan pasokan cabai-cabaian ke Kota Sukabumi berkurang,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindutrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi, Heri Sihombing, Selasa (19/1/2021).

Bahak pokok lain yang harganya naik adalah daging sapi impor. Semua harga daging sapi impor itu Rp110 ribu lalu naik menjadi rp120 ribu per kilogram.

“Untuk sembako seperti beras, minyak goreng, gula pasir, garam, dan terigu, harganya stabil,” tutur Heri. (*)